JawaPos Radar | Iklan Jitu

Arab Saudi Disebut Jatuhkan 50 Bom di Hudaidah, Yaman

18 Desember 2018, 15:53:17 WIB
arab saudi, yaman, trump,
Dalam voting, sebagian besar senator mendesak Presiden Donald Trump mencabut dukungan AS terhadap Saudi dalam Perang Yaman (Anadolu Agency)
Share this

JawaPos.com – Pekan lalu, Senat Amerika Serikat (AS) kompak menyebut Putra Mahkota Muhammad Bin Salman (MBS) terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Kemarin (17/12) Arab Saudi mereaksi tegas kesepakatan itu. Riyadh menganggap AS sudah terlalu jauh mencampuri kasus pembunuhan tersebut. Riyadh tersinggung.

”Sikap terbaru AS yang lahir dari tudingan-tudingan tidak berdasar itu masuk kategori intervensi,” terang Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataan resmi seperti dilansir Saudi Press Agency. Saudi tidak terima dengan tuduhan keterlibatan MBS dalam pembunuhan sadis di Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu itu.

Selain menyikapi pembunuhan Khashoggi, senat AS membahas Perang Yaman. Dalam voting, sebagian besar senator mendesak Presiden Donald Trump mencabut dukungan AS terhadap Saudi dalam Perang Yaman. Kemarin Saudi juga mengecam keputusan tersebut. Dia berharap AS tidak menerapkan kebijakan yang berpotensi menghancurkan hubungan baik dua negara.

arab saudi, yaman, trump,
Sementara itu, gencatan senjata di Kota Hudaidah tidak bertahan. Kelompok Houthi dan koalisi Saudi tetap saling serang. Menurut Associated Press, pertempuran masih marak pada akhir pekan lalu (Reuters)

Sementara itu, gencatan senjata di Kota Hudaidah tidak bertahan. Kelompok Houthi dan koalisi Saudi tetap saling serang. Menurut Associated Press, pertempuran masih marak pada akhir pekan lalu.

Stasiun televisi Al Masirah melaporkan bahwa Saudi sudah melancarkan tujuh serangan udara dan menjatuhkan 50 bom di Hudaidah. Akibatnya, sekitar 12 orang tewas dan 25 lainnya terluka. ”Pertempuran hanya berhenti sebentar. Lalu kembali lagi,” ujar Kamal Abdul Ghani, penduduk Hudaidah.

Perundingan damai Houthi dan pemerintah Yaman di Swedia Kamis (13/12) melahirkan kesepakatan untuk membebaskan Hudaidah dari pertempuran.Bahkan, Houthi dan pasukan Yaman yang didukung Saudi sama-sama bersedia angkat kaki dari kota tersebut. Sebuah kesepakatan yang akan sulit terwujud jika pertempuran tidak reda.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (bil/c25/hep)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up