JawaPos Radar

Putin Sampaikan Belasungkawa pada Keluarga Korban Bom Krimea

18/10/2018, 12:43 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
bom krimea, krimea, putin,
Seorang pebisnis di dekat kampus itu mendengar sebuah ledakan dan melihat sebuah jendela besar pecah (BBC)
Share this

JawaPos.com - Setidaknya 19 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam penembakan di sebuah perguruan tinggi di Krimea yang dianeksasi oleh Rusia. Dilansir dari BBC pada Kamis, (18/10), seorang mahasiswa berusia 18 tahun berlari melalui perguruan tinggi teknik Kerch yang menembak sesama murid sebelum bunuh diri.

Para saksi juga telah berbicara tentang setidaknya satu ledakan yang disebabkan oleh ledakan yang tidak teridentifikasi. Motifnya tidak jelas. Meski, ada laporan yang kontradiktif tentang kronologi serangan itu.

bom krimea, krimea, putin,
Presiden Vladimir Putin mengatakan, serangan itu adalah peristiwa tragis dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban (AFP)

Tersangka pelaku, bernama Vladislav Roslyakov dikatakan telah lari dari ruangan ke ruangan saat dia menembak, mulai di daerah dekat kantin. Dia kemudian menembak dirinya sendiri hingga mati.

Foto-foto kemudian muncul di media Rusia yang konon memperlihatkan tubuh penyerang di perpustakaan kampus. Komite investigasi mengatakan pemeriksaan awal menyarankan semua korban meninggal karena luka tembak, tetapi beberapa laporan berbicara tentang cedera pecahan peluru. Pada saat yang sama, sumber penegak hukum Rusia dikutip oleh media lokal mengatakan, penyerang telah meledakkan bom di kantin sebelum memulai penembakan.

Beberapa saksi menjaga mereka mendengar satu atau lebih ledakan. BBC Rusia telah berbicara kepada para saksi, termasuk Igor Zakharevsky, yang berada di kantin ketika pria bersenjata itu menyerang. "Saya berada di episentrum ledakan pertama, di pintu masuk, dekat meja prasmanan," katanya.

"Saya benar-benar terkejut dan salah satu teman sekelas saya mulai menarik saya. Kemudian saya mendengar beberapa tembakan pada interval dua atau tiga detik. Setelah beberapa saat, ada ledakan lain," ujarnya.

Seorang pebisnis di dekat kampus itu mendengar sebuah ledakan dan melihat sebuah jendela besar pecah. Insiden itu sebelumnya digambarkan sebagai aksi teroris. Namun komite investigasi Rusia kini telah mereklasifikasi sebagai pembunuhan masal.

Presiden Vladimir Putin mengatakan, serangan itu adalah peristiwa tragis dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Tiga hari berkabung di Krimea telah diumumkan mulai Kamis.

Apa yang diketahui tentang pria bersenjata yang dituduh? Motifnya yang pasti tetap tidak jelas. Tetapi ada beberapa masukan yang diajukan oleh mahasiswa tahun keempat yang telah mengembangkan sikap bermusuhan terhadap perguruan tinggi.

TV RBC Rusia mewawancarai seorang teman yang mengatakan Roslyakov sangat membenci sekolah teknik dan telah bersumpah balas dendam pada gurunya. Teman sekelas juga mengatakan, penyerang yang dicurigai itu sangat mandiri, hampir tidak berkomunikasi dengan siapa pun, dan sudah lama berhenti menggunakan media sosial.

Siapa korbannya? Seorang pejabat lokal mengatakan sebagian besar korban adalah mahasiswa perguruan tinggi, yang merupakan sekolah kejuruan bagi 850 remaja. Operasi tanggap darurat utama diluncurkan ketika para korban dibawa ke rumah sakit. Setidaknya 40 orang terluka.

"Empat pesawat militer siap untuk dievakuasi dan fasilitas rumah sakit militer siap untuk menerima korban jika perlu," kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

Masalah Krimea dan kehadiran pemberontak yang didukung Rusia di Ukraina timur terus membebani hubungan. Kerch terletak di titik di mana Rusia membangun jembatan antara Krimea dan Rusia. Sebagai pengingat tentang bagaimana hubungan yang buruk antara Rusia dan Ukraina.

Juru Bicara Parlemen Krimea, Vladimir Konstantinov menyebut Kiev mungkin berada di balik serangan itu. "Seluruh kejahatan yang terjadi di tanah Crimea berasal dari pihak berwenang Ukraina," katanya.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up