JawaPos Radar

4.000 Migran Honduras Berjalan ke AS, Trump Ancam Cabut Bantuan

18/10/2018, 16:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
migran honduras, honduras, trump, as,
Sekitar 4.000 migran Honduras melakukan perjalanan melalui Guatemala pada hari Rabu menuju Amerika Serikat (AS) (The Japan Times)
Share this

Jawapos.com - Sekitar 4.000 migran Honduras melakukan perjalanan melalui Guatemala pada hari Rabu menuju Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Reuters pada Kamis, (18/10), aksi tersebut berlawanan dengan peringatan AS agar migran tidak melakukan perjalanan ke negara tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan memotong bantuan regional kepada Guatemala, Honduras dan negara Amerika Latin lainnya sebagai pembalasan jika migran tetap bergerak ke AS. 

Ribuan mobil karavan terus melaju sejak meninggalkan Kota Honduras, San Pedro Sula pada hari Sabtu. Para migran berharap untuk mencapai Meksiko dan kemudian menyeberangi perbatasan utara menuju Amerika Serikat. Mereka mencari perlindungan dari kekerasan dan kemiskinan endemik di Amerika Tengah.

migran honduras, honduras, trump, as,
Beberapa ribu orang kini menjadi bagian dari konvoi karavan itu. Menurut seorang saksi Reuters yang bepergian dengan kelompok itu di Guatemala, laki-laki, perempuan, dan anak-anak berjalan kaki dan na (Reuters)

Beberapa ribu orang kini menjadi bagian dari konvoi karavan itu. Menurut seorang saksi Reuters yang bepergian dengan kelompok itu di Guatemala, laki-laki, perempuan, dan anak-anak berjalan kaki dan naik truk memenuhi jalan dalam perjalanan panjang mereka ke Meksiko sebelum memasuki AS. “Kami tinggal di lingkungan tempat anak-anak kami melihat bencana demi bencana,” kata Daisy Turcios.

Dia mengaku melihat mayat yang terlempar di depannya. Di dekatnya, berlutut di tanah, Abigail Castro mencium putranya yang kecil dan membungkus dokumen-dokumennya yang paling berharga ke dalam kantong plastik untuk melindunginya dari kondisi yang tidak menentu.

“Berapa pun uang yang saya miliki, saya membutuhkannya untuk membeli minuman untuk anak saya, buah,” katanya. Beberapa orang Guatemala yang ramah telah menawarkan tumpangan, katanya, tetapi semua orang ingin naik sehingga mereka harus berjalan.

Presiden Guatemala Jimmy Morales mengatakan, pemerintahnya menolak pembatasan yang ditempatkan pada bantuan asing. "Tidak ada bantuan yang bisa dikondisikan dan tidak ada bantuan yang dapat dituntut," kata Morales kepada wartawan.

Dia mengatakan, dia telah berbicara dengan mitranya dari Honduras, Presiden Juan Orlando Hernandez untuk memastikan bahwa para migran yang ingin kembali ke rumah akan mendapatkan keamanan.

Presiden AS Donald Trump mengecam U ndang-undang imigrasi yang sangat lemah dan ketinggalan zaman. Trump  mengancam akan memotong bantuan ke Honduras, Guatemala, dan El Salvador jika mereka gagal mencegah migran masuk ke AS.

Pemerintah Honduras telah mendesak warganya untuk tidak bergabung dengan karavan, menyebutnya bermotif politik. Pada Rabu pagi di dekat perbatasan Guatemala, pihak berwenang dapat terlihat menghentikan migran Honduras yang masih berharap untuk bergabung.

Polisi di satu pos pemeriksaan menghentikan bus yang membawa setidaknya seratus orang. Para pria, wanita dan anak-anak bergerak ke arah perbatasan dengan berjalan kaki. Foto-foto Reuters menunjukkan, para migran mengarungi sungai, melewati hutan dekat perbatasan. Belum dikonfirmasi apakah pihak berwenang Guatemala telah berhenti membiarkan warga Honduras memasuki negara itu.

Meksiko mengatakan, siapapun yang masuk ke negara itu dengan visa Meksiko dapat bergerak bebas, sementara mereka yang tidak memiliki dokumen yang tepat akan ditinjau dan dapat dideportasi. "Tindakan ini tidak hanya menanggapi kepatuhan terhadap undang-undang nasional, tetapi khususnya untuk kepentingan Pemerintah Meksiko untuk menghindari bahwa orang-orang seperti itu menjadi korban jaringan perdagangan manusia," kata Kementerian Luar Negeri.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up