JawaPos Radar

Ehud Barak Sebut Netanyahu Seperti Diktator Rumania

18/09/2018, 19:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
ehud barak, benjamin netanyahu,
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak menyebutkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti diktator Rumania, Nicolae Ceausescu (Reuters)
Share this image

JawaPos.com – Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak menyebutkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti diktator Rumania, Nicolae Ceausescu. Ia juga menyiratkan pernyataan bahwa ia akan bernasib sama. Ehud Barak terhitung sering memberikan kritik terhadap pemerintahan Netanyahu.

Barak bahkan menuduh Netanyahu melewati undang-undang korupsi  demi keberlangsungan politiknya. Tak hanya itu, Barak juga membandingkan Netanyahu dengan Pemimpin Komunis Rumania pada tahun 1989. Perbandingan antara Netanyahu dan Pemimpin Komunis Rumania bukanlah yang pertama terjadi.

Barak menyebutkan dalam pidatonya di Tel Aviv, kalau Netanyahu telat menciptakan undang-undang yang mempermudah para koruptor. Ia menegaskan, undang-undang tersebut merupakan bentuk dari kemerosotan moral yang tidak bekerja bagi rakyat. "Undang-undang itu malah membantu pemerintahan yang korupsi untuk kabur,” kata Barak dalam pidatonya.

Dilansir dari The Times of Israel pada Senin, (17/09), Netanyahu saat ini tengah dihadapkan oleh tiga kasus korupsi. Namun hal itu belum bisa dinyatakan kebenarannya sebab status Netanyahu sampai detik ini belum menjadi terdakwa.

Undang-undang yang baru disahkan ini digadang-gadang menjadi payung perlindungan bagi Netanyahu. Salah satunya merupakan undang-undangan yang akan mencegah polisi untuk menuntut tersangka. Barak yang digadang-gadang akan kembali terjun ke politik dengan berani mengkiritk Netanyahu atas penyelidikan korupsi ini.

Menanggapi tuduhan tersebut, partai pendukung Netanyahu dengan tegas menjelaskan itu hanya upaya Barak untuk menjatuhkan Netanyahu. Barak menanggapinya dengan mengunggah Tweet yang menyiratkan Netanyahu memiliki keterkaitan dalam pembunuhan Mantan Perdana Menteri Yitzhak Rabin pada 1995.

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up