alexametrics

Petani Vietnam Buru Beruang Demi Empedunya

18 Agustus 2018, 18:10:29 WIB

JawaPos.com – Dua ekor beruang telah berhasil dikeluarkan dari sebuah kandang sempit, mereka sudah dikurung selama 13 tahun. Gigi dan cakar mereka bahkan membusuk, dua ekor beruang malang tersebut kemudian akan dikirim ke rumah baru mereka di Vietnam Utara.

Dua beruang tersebut hanya secuil dari ratusan beruang yang dikhawatirkan karena terus dibunuh atau mati kelaparan. Pihak tak bertanggung jawab membunuh beruang-beruang tersebut dan mengambil empedunya untuk diekstraksi yang termasuk ke dalam praktik ilegal yang terus meluas di Vietnam.

Ekstrak empedu beruang bahkan dijual dengan harga beberapa kali lipat lebih murah dari versi pertanian meskipun dijajakan secara ilegal. Itu sebabnya mereka mengurung para beruang liar dengan cara yang tak layak.

Para petani memberi asupan makanan yang super minim bagi beruang-beruang liar yang mereka kurung karena tidak mampu. Menurut Manajer Program Penelitian di Free The Bears Brian Crudge, petani mengatakan, tidak ada untungnya untuk memberi makanan yang layak kepada beruang dan membuat mereka mati seperti dilansir AFP.

Data resmi juga mengungkapkan, jumlah beruang bahkan yang di penangkaran telah menurun drastis sejak 2005 dari sekitar 4.500 menjadi kurang dari 800.

Sekitar 200 beruang di pusat-pusat pertolongan Vietnam kemungkinan dinyatakan mati kelaparan atau dibunuh dan dijual untuk bagian tubuh mereka. Bagian tubuh beruang kerap dimanfaatkan untuk meraup untung.

Cakar beruang populer sebagai pelengkap sup atau minuman keras sementara tulangnya digunakan untuk memasak. Gigi dan cakarnya digunakan sebagai hiasan atau perhiasan. Crudge masih berambisi untuk menemukan sisa beruang lain sebelum terlambat.

Seorang petani mengatakan, dia biasa menghasilkan sedikitnya USD 10 untuk satu mililiter cairan dari empedu yang dibudidayakan, namun kini mereka mengaku hanya mampu menghasilkan sekitar USD 2 karena beberapa konsumen lebih suka membayar untuk produk dengan kualitas yang lebih tinggi dari beruang liar.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (trz/JPC)


Close Ads
Petani Vietnam Buru Beruang Demi Empedunya