JawaPos Radar

Pengadilan Turki Tolak Banding Pendeta AS Andrew Brunson

18/08/2018, 14:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
lira jatuh
Pengadilan Turki menolak banding yang diajukan untuk membebaskan Pendeta AS Andrew Brunson (East Cost Radio)
Share this

JawaPos.com - Pengadilan Turki menolak banding yang diajukan untuk membebaskan Pendeta AS Andrew Brunson. AS marah kepada Turki dan memberikan sanksi ekonomi pada Turki yang mengakibatkan anjloknya nilai Lira.

Dilansir Al Jazeera pada Sabtu, (18/8), Pengadilan Tinggi di Izmir menyatakan, Brunson akan tetap dalam tahanan rumah, menegakkan keputusan yang diambil oleh pengadilan yang lebih rendah awal pekan ini. Pengacara Brunson mengatakan, dia akan mengajukan banding lagi dalam 15 hari.

Brunson ditahan sejak tahun 2016 ketika dia ditangkap karena ikutbter9bat dalam kudeta terhadap Pemerintah Turki yang gagal. Ia menghadapi 35 tahun penjara atas tuduhan spionase dan teror.

Keputusan pengadilan datang di tengah-tengah percekcokan diplomatik antara Turki dan AS yang telah melihat tarif impor baja Turki dinaikkan sehingga membuat nilai Lira anjlok.

Menteri Perdagangan Turki Ruhsar Pekcan mengatakan, pemerintahnya akan menanggapi setiap kewajiban perdagangan baru yang dikenakan pada negara itu, yang mata uangnya telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir. "Kami sudah menanggapi berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia dan akan terus melakukannya," kata Pekcan seperti dilansir Anadolu.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, pihaknya telah menjatuhkan sanksi pada beberapa anggota kabinet Turki. "Kami memiliki lebih banyak yang kami rencanakan untuk dilakukan jika mereka tidak membebaskan Brunson dengan cepat," katanya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengawali pernyataan Mnuchin dengan mengatakan, Turki bukanlah teman yang sangat baik bagi AS. Dia menyebut Brunson yang merupakan patriot AS malah disandera Turki.

Trump mengatakan, Turki telah bertindak sangat buruk. "Kami belum melihat yang terakhir. Kami tidak akan mengambilnya. Mereka tidak bisa mengambil orang kami," kata Trump.

Sonia Gallego dari Al Jazeera melaporkan dari Instanbul, kalau keputusan ini menjadi isyarat dari Trump untuk memulai pertentangan dari perselisihan ini. "Tentu saja ini adalah perang kata-kata yang sangat dramatis antara Ankara dan Washington dan Trump tidak membuat keributan tentang dampak keuangan yang ingin dilakukan AS."

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up