JawaPos Radar

PBB Buka Sekolah untuk Anak Palestina

18/08/2018, 04:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
PBB Buka Sekolah untuk Anak Palestina
PBB memastikan akan mendirikan sekolah bagi para pengungsi Palestina untuk tepat waktu walau pendanaannya dipotong oleh Amerika Serikat (AS) secara signifikan. Dilansir dari Reuters pada Kamis, (16/8) (GBCS)
Share this image

JawaPos.com - PBB memastikan akan mendirikan sekolah bagi para pengungsi Palestina untuk tepat waktu walau pendanaannya dipotong oleh Amerika Serikat (AS) secara signifikan. Dilansir dari Reuters pada Kamis, (16/8), sekolah yang diperkirakan bakal mengajar setengah juta pengungsi Palestina akan dibuka kembali di Timur Tengah seperti yang direncanakan akhir bulan ini.

Awalnya, pembukaan sekolah yang dilaksanakan pada 29 Agustus ini diragukan setelah United Nations Relief and Works Agency for Palestinian refugees (UNRWA). UNRWA mengatakan, mereka kekurangan dana untuk membayar 22.000 guru di jaringan pendidikannya di Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur, Yordania, dan Syria.

UNRWA mengatakan, siswa akan kembali ke 711 sekolahnya tepat waktu meskipun masih tidak memiliki cukup uang untuk membiayai mereka untuk satu tahun penuh sekolah. Pejabat PBB mengatakan, badan tersebut membutuhkan lebih dari USD 200 juta dari kontributor lain untuk menutupi defisit setelah pemotongan bantuan AS.

PBB Buka Sekolah untuk Anak Palestina
Trump potong bantuan bagi rakyat Palestina (Al Jazeera)

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada bulan Januari dia akan mengurangi bantuan kepada orang-orang Palestina kecuali mereka bekerja sama dengan rencananya untuk menghidupkan kembali perdamaian dengan Israel. Upaya perdamaian itu terhenti pada tahun 2014.

Pada sesi sidang Komisi Penasihat UNRWA yang diadakan secara khusus di Amman, Komisaris Jenderal Pierre Krahenbuhl mengatakan, sejak awal tahun UNRWA telah menerima USD 238 juta dalam bentuk kontribusi tambahan setelah pendanaan tetapi tidak kunjung cair. "Saat ini kami hanya memiliki dana untuk menjalankan layanan biro iklan hingga akhir September," kata Krahenbuhl dalam sebuah pernyataan.

“Kami membutuhkan lebih dari USD 217 juta untuk memastikan bahwa sekolah kami tidak hanya buka lagi tetapi dapat dijalankan hingga akhir tahun,” ujarnya.

UNRWA didirikan pada 1949 setelah perang Arab-Israel pertama, yang menyebabkan 700.000 orang Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka atau melarikan diri. Ini membantu sekitar 5 juta pengungsi Palestina, sosok yang termasuk keturunan mereka yang terlantar akibat pertempuran. Israel menuduh UNRWA mendukung orang-orang Palestina dan menyambut langkah Trump.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up