JawaPos Radar

Tim Sepakbola di Gaza Ini Semua Anggotanya Berkaki Satu

18/07/2018, 10:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tim Sepakbola di Gaza Ini Semua Anggotanya Berkaki Satu
Mereka berusia 16-40 tahun. Mereka berlatih setiap Senin sore di Deir El Balah, di daerah pantai (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Mengenakan kaus oranye neon, pesepakbola bermanuver melintasi rumput buatan di sebuah lapangan di Jalur Gaza. Pemandangan yang tidak biasa, mereka bersandar pada kruk logam untuk berjalan.

Tidak hanya Amum, ada 14 laki-laki lain yang juga merupakan korban amputasi. "Hari ini saya bisa terus bermain sepakbola," kata Islam Amum, 27 tahun, seperti dilansir MSN beberapa hari lalu.

Ia dulu merupakan seorang penjaga gawang hingga akhirnya kehilangan kaki dalam serangan udara Israel selama Perang Gaza 2014. Amum adalah satu dari 15 anggota satu-satunya skuad sepakbola yang kakinya diamputasi di Jalur Gaza.

Tim Sepakbola di Gaza Ini Semua Anggotanya Berkaki Satu
Di Jalur Gaza sering kali terjadi konflik antara warga Palestina dengan tentara Israel (The Times of Israel)

Mereka berusia 16-40 tahun. Mereka berlatih setiap Senin sore di Deir El Balah, di daerah pantai. Mereka bahkan memiliki lagu tim mereka sendiri yang beredar di media sosial.

Kapten Mohammed Juifel mengatakan, lagu kebangsaan timnya menjelaskan bahwa orang cacat adalah bagian dari masyarakat, termasuk dalam sepakbola. "Kaki kanan saya diamputasi setelah kecelakaan mobil ketika berusia 13 tahun," katanya.

Abd Al Majid Abu Milak, 25 tahun, kehilangan tangannya karena ledakan bom Israel. "Pelatihan itu sulit tetapi menyenangkan. Aku merasa seperti seorang kiper yang bisa bertanding."

Setiap hari para pemain berlatih di ruangan yang disediakan untuk mereka di asosiasi Deir El Balah untuk orang cacat. Tim sepakbola bisa berbahagia berkat Fuad Abu Ghaliun, 62 tahun. Ia merupakan anggota parlemen Palestina.

"Saya mendapat ide untuk membentuk tim sepakbola ini dengan menonton pertandingan sepakbola antara Turki dan Inggris yang anggotanya merupakan orang-orang yang diamputasi pada akhir tahun lalu. Lalu aku pikir aku bisa membuat mimpi menjadi kenyataan bagi ratusan orang yang diamputasi di Gaza," ujar Abu Ghaliun.

Dia melabeli skuad sepakbola tersebut dengan tim pahlawan. Ia berharap dapat membentuk liga cacat lokal dan suatu hari bergabung dengan badan sepakbola dunia FIFA.

Sebenarnya, sebagian besar pemain terluka oleh tembakan Israel. Israel telah berperang tiga kali dengan gerakan Islamis Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, sejak 2008. Wilayah kantong Palestina dan dua juta penduduknya telah berada di bawah blokade Israel selama lebih dari 10 tahun.

Selama konfrontasi terbaru pada tahun 2014, lebih dari 2.000 orang Palestina terbunuh, kebanyakan warga sipil. Tujuh puluh empat orang tewas di pihak Israel, terutama tentara.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up