alexametrics

Ahli Sebut Klaster Covid-19 Bandara Changi Singapura Mengkhawatirkan

18 Mei 2021, 11:19:08 WIB

JawaPos.com – Dalam waktu kurang dari dua minggu, klaster Covid-19 Bandara Changi Singapura telah muncul sebagai klaster komunitas terbesar di Singapura saat ini. Nomor dua setelah wabah di asrama pekerja dengan total 78 kasus Covid-19.  Ahli di Singapura mengatakan kasus itu mengkhawatirkan sebab virus tersebut telah menyerang sejumlah besar pekerja lanjut usia. Dan, telah menyusup ke tempat-tempat umum di dalam bandara.

Dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock Universitas Nasional Singapura, Profesor Teo Yik Ying, mengatakan bahwa hal yang paling mencolok tentang klaster ini adalah seberapa cepat virus menyebar di antara kasus-kasus tersebut. Bahkan virus itu menyerang empat generasi.

Baca juga: Klaster Covid-19 Meluas, Food Court Bandara Changi Singapura Ditutup

“Kami telah melihat tidak hanya dua generasi penyebaran, tetapi hingga tiga dan bahkan empat generasi yang terjadi dalam waktu kurang dari dua minggu,” katanya.

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung mengatakan pekan lalu bahwa para pekerja yang terinfeksi Covid-19 berada area imigrasi yang memang harus dilalui penumpang. Pekerja yang bertanggung jawab atas area ini kemudian pergi untuk makan di area komersial Terminal 3 Basement 2 dan food court, di mana mereka kemungkinan besar telah menularkan virus ke masyarakat.

Baca juga: Klaster Covid-19 Bandara Changi Makin Bertambah, Kini jadi 25 Kasus

Prof Teo mengatakan area dengan orang lebih banyak berkumpul, seperti pos pemeriksaan imigrasi dan area pengambilan bagasi, adalah tempat risiko penularan dan bisa lebih tinggi. Faktanya adalah bahwa area tersebut berada di dalam ruangan dan ber-AC, sehingga udaranya lebih sejuk dan tidak terlalu lembab.

“Sehingga menciptakan lingkungan yang memungkinkan virus Korona bertahan lebih lama, apakah itu sebagai tetesan, aerosol, atau di permukaan,” sebut Prof Teo.

Varian yang muncul seperti strain B1617 lebih mudah ditularkan daripada yang terlihat tahun lalu. Itu berarti bahwa paparan sementara melalui kontak dekat dengan seseorang yang menular, atau peningkatan kemampuan bertahan hidup dari virus Korona sudah cukup untuk menginfeksi.

Direktur layanan medis di Kementerian Kesehatan Singapura, Associate Professor Kenneth Mak, mengatakan APD untuk pekerja lini depan akan ditinjau, dimulai dengan rumah sakit, sebelum diperluas ke sektor lain. Kasus klaster bandara dimulai dari seorang cleaning service berusia 88 tahun, yang dipekerjakan oleh Ramky Cleantech Services dan ditempatkan di Terminal 3 Bandara Changi. Dia dinyatakan positif pada 5 Mei meski telah divaksinasi penuh.

Sebanyak 16 karyawan dari Ramky Cleantech Services telah dinyatakan positif Covid-19, dengan beberapa dites positif saat dikerahkan ke Robinsons 77, bekas Gedung SIA. Sebagian besar karyawan yang terinfeksi adalah petugas kebersihan, dan sekitar setengah dari karyawan berusia di atas 60 tahun. Tidak semuanya divaksinasi.

Kasus-kasus terbaru menunjukkan bahwa meski vaksinasi tidak sepenuhnya mencegah seseorang untuk terinfeksi, vaksinasi dapat mengurangi kemungkinan infeksi dan mencegah timbulnya penyakit yang serius. Hanya 19 dari 28 pekerja bandara yang terinfeksi yang divaksinasi penuh. Tak satu pun dari mereka membutuhkan bantuan oksigen.

“Oleh karena itu, memvaksinasi pekerja garis depan di semua pos pemeriksaan perbatasan Singapura penting, karena mereka akan selalu berhubungan dengan orang-orang yang datang dari luar negeri,” kata Prof Teo.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads