alexametrics

Pascateror di Masjid Selandia Baru, WNI Tunggu Instruksi KBRI

18 Maret 2019, 17:07:46 WIB

JawaPos.com – Dua hari pasca penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, kondisi Christchurch, Selandia Baru, berangsur normal. Ibnu Sitompul, koordinator dan presiden PPI Canterbury dan New Zealand, menjelaskan, beberapa ruas jalan sudah dibuka. Bandara Christchurch International (CHC) juga dibuka sejak Sabtu pagi (16/3).

“Hanya satu dua toko dan primary school yang masih tutup,” ucapnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (17/3).

Meski demikian, warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah itu tak berani mengambil keputusan apa pun. Sebab, mereka masih menunggu instruksi KBRI. Menurut Ibnu, setelah tragedi tersebut, tak ada ketakutan yang berlebihan. Masyarakat beraktivitas seperti biasa. Karena itu, Ibnu menganggap aksi pelaku teror tersebut tidak berhasil menakut-nakuti warga.

Masyarakat cukup mematuhi instruksi kepolisian Christchurch. Pihak yang berwajib mengimbau seluruh warga, bukan hanya WNI, lebih banyak di rumah. ”Kami (WNI) kumpul di rumah Pak Lilik (Muhammad Lilik Abdul Hamid, WNI yang meninggal, Red), lalu pulang ke rumah masing-masing,” tutur Ibnu.

Sementara itu, Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengunjungi kediaman Lilik di Christchurch kemarin. Dia menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan support kepada keluarga korban. Tantowi juga meninjau langsung lokasi penembakan di Masjid Al Noor. Bersama tim konsuler KBRI Wellington, Tantowi menggelar doa bersama di Hagley Park.

“Dalam kondisi seperti ini, mari kita tingkatkan solidaritas, kekompakan, dan persaudaraan. Saling menjaga, melindungi, dan memberikan informasi,” ucap Tantowi melalui pesan singkat. Pria kelahiran, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, itu mengimbau masyarakat untuk tenang dan waspada. Hindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi target. Ikuti arahan Kepolisian Selandia Baru dan melapor ke KBRI jika mendapat informasi penting.

Tantowi juga menjenguk Zulfirman Syah dan anaknya yang dirawat di Christchurch Public Hospital. Zul -sapaan akrab Zulfirman Syah- tertembak di sejumlah bagian tubuh. Sedangkan sang anak tertembak di bagian kaki. “Beliau (Zul, Red) telah menjalani multiple operations. Saat ini masih terus mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit,” terang Dubes berusia 58 tahun itu. Dia juga menampik kabar yang menginformasikan bahwa Zul telah berpulang.

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial, Budaya, dan Pendidikan KBRI Wellington Adek Triana Yudhaswari mengimbau WNI muslim agar tidak beribadah di masjid untuk sementara waktu. “Sementara di rumah dulu sampai situasi memang benar-benar kondusif,” kata Adek. Hingga tadi malam, lanjut dia, polisi bersenjata lengkap masih berjaga di beberapa tempat fasilitas umum. Khususnya masjid.

KBRI Wellington terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga korban dari Indonesia. Mereka juga membentuk posko sementara pascainsiden penembakan. Posko tersebut bekerja selama 24 jam. Tugasnya memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan penembakan di Christchurch. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (han/lyn/c18/oni)



Close Ads
Pascateror di Masjid Selandia Baru, WNI Tunggu Instruksi KBRI