JawaPos Radar

AS Terang-terangan tak Akui Negara Palestina

17/10/2018, 17:47 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
palestina, AS, trump,
AS tidak dapat mendukung upaya oleh Palestina untuk meningkatkan status mereka di luar negosiasi langsung (The Guardian)
Share this

JawaPos.com - Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang beranggotakan 193 orang membicarakan kemungkinan Palestina untuk bertindak lebih seperti negara anggota PBB lainnya selama pertemuan 2019 mendatang. Saat itu juga Palestina memimpin G-77 yaitu pertemuan antar negara berkembang.

Amerika Serikat, Israel dan Australia menentang langkah itu, yang memenangkan 146 suara mendukung. Ada 15 abstain dan 29 negara tidak memilih.

“Kami tidak dapat mendukung upaya oleh Palestina untuk meningkatkan status mereka di luar negosiasi langsung. Amerika Serikat tidak mengakui bahwa ada negara Palestina,” kata Wakil Duta Besar AS Jonathan Cohen kepada Majelis Umum dilansir dari Reuters Rabu (17/10).

palestina, AS, trump,
AS tak setuju Palestina memimpin G-77 (Reuters)

"Kami sangat menentang pemilihan Palestina sebagai ketua G77 serta ini yang disebut resolusi yang memungkinkan," katanya. "Hanya negara-negara anggota PBB yang berhak berbicara dan bertindak atas nama kelompok besar negara di PBB," tambahnya.

Pada 2012, Majelis Umum PBB secara besar-besaran menyetujui pengakuan de facto atas negara Palestina yang berdaulat ketika meningkatkan status pengamat Hak Asasi Otoritas Palestina menjadi negara non-anggota - seperti Vatikan - dari entitas.

Peningkatan status telah memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam beberapa suara Majelis Umum dan bergabung dengan beberapa badan internasional. Namun, sebagai negara non-anggota, Palestina tidak dapat berbicara dalam pertemuan sampai setelah negara-negara anggota lainnya berbicara.

"Keputusan Australia untuk memilih tidak ada pada resolusi ini mencerminkan posisi lama kami bahwa upaya Palestina untuk mencari pengakuan sebagai negara di forum internasional sangat tidak membantu upaya menuju solusi dua negara," kata Duta Besar Australia Gillian Bird kepada Majelis Umum.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up