JawaPos Radar

Khamenei Salahkan Rouhani atas Krisis Ekonomi Iran

17/08/2018, 13:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Khamenei Salahkan Rouhani
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh pemerintahan Presiden Hassan Rouhani salah urus setelah serangkaian protes publik yang marah atas keadaan ekonomi yang mengerikan di Iran (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh pemerintahan Presiden Hassan Rouhani salah urus setelah serangkaian protes publik yang marah atas keadaan ekonomi yang mengerikan di Iran. Dilansir Arab News pada Kamis, (16/8), pernyataan Khamenei adalah upaya nyata untuk menangkis kemarahan publik atas jatuhnya harga karena mata uang telah kehilangan sekitar setengah nilainya sejak April, dan kesengsaraan ekonomi yang lebih luas karena sanksi baru AS yang keras terhadap Teheran.

"Lebih dari sanksi, salah urus ekonomi memberi tekanan pada rakyat Iran. Saya tidak menyebutnya sebagai pengkhianatan tapi kesalahan besar dalam manajemen," kata Khamenei.

Pidato pemimpin itu menambah tekanan yang semakin besar pada Pemerintah Iran yang terkepung. Selain dari keprihatinan ekonomi, rekaman protes menunjukkan ketidakpuasan yang lebih mendasar dengan rezim, dengan teriakan slogan seperti kematian diktator dan tuntutan untuk mengakhiri intervensi regional Iran di Lebanon, Syria, dan Yaman sementara Iran menderita ekonomi.

Khamenei Salahkan Rouhani
Rouhani mengesampingkan pembicaraan dengan AS, setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 yang ditujukan untuk membatasi program nuklir Iran (Reuters)

Rouhani mengesampingkan pembicaraan dengan AS, setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 yang ditujukan untuk membatasi program nuklir Iran.

Ribuan orang Iran melakukan aksi protes dalam beberapa pekan terakhir terhadap kenaikan tajam harga beberapa jenis makanan, kurangnya pekerjaan, dan korupsi negara.

Rial Iran telah kehilangan sekitar setengah dari nilainya sejak April untuk mengantisipasi sanksi baru AS, terutama didorong oleh permintaan besar untuk dolar di kalangan rakyat Iran yang mencoba melindungi tabungan mereka.

Sementara itu, Iran pada hari Senin meluncurkan rudal balistik jarak dekat generasi berikutnya. Penyiar negara IRIB mengatakan rudal Fateh Mobin baru telah berhasil lulus tesnya dan bisa menyerang sasaran di darat dan laut. Versi sebelumnya dari rudal itu memiliki jangkauan sekitar 200 hingga 300 kilometer.

Analis Keamanan dan Penasihat Senior untuk Gulf State Analytics di Washington, Theodore Karasik mengatakan, Iran mengembangkan industri pertahanan yang kuat meskipun masalah ekonomi negara itu cukup parah.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up