JawaPos Radar

Jumlah Peziarah Syiah di Najaf Anjlok Akibat Sanksi AS

17/08/2018, 04:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
peziarah syiah anjlok
Makam Ali sering dikunjungi peizarah Syiah (Flickr)
Share this image

JawaPos.com - Sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS) kepada Iran berdampak pada aspek ekonomi di Najaf, Irak. Sanksi yang diberikan AS memaksa para peziarah yang tidak memiliki uang lebih untuk mengurungkan niatnya.

Hotel-hotel di Kota Suci Najaf pun mengalami krisis akibat pembatalan ziarah yang terjadi. Najaf merupakan kota suci bagi peziarah Syiah.

Di sana terdapat kuil Imam Ali, menantu dari Nabi Muhammad SAW. Seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis, (16/8), Najaf telah berhasil memikat 1,5 juta peziarah Syiah setiap tahunnya. “Sebanyak 85 persen peziarah di Najaf berasal dari Iran,” kata Kepala Perhotelan di Najaf, Saeb Abu Ghoneim.

peziarah syiah anjlok
Para peziarah Syirah Iran (Rudaw)

Keputusan yang diambil AS telah memberikan dampak yang luar biasa bagi Najaf hanya dalam hitungan hari. Salah satunya dengan adanya pembatalan reservasi hotel secara masal.

Farzad Reza Ali, salah satu warga Iran yang kini berhasil melakukan perjalanan ke Najaf mengatakan, salah satu penyebab anjloknya jumlah peziarah dari Iran merupakan efek dari krisis mata uang Rial Iran.

Menurut Ali, mata uang Rial Iran kini sudah tidak ada harganya lagi karena sanksi yang diberikan AS. Diketahui, pada awal tahun 2018 ini, nilai tukar Dolar terhadap Rial Iran mencapai 42.900 Rial Iran. Untuk mendapatkan visa ke Irak, warga Iran pun membutuhkan uang sebanyak USD 40.

Uang dolar tersebut harus didapatkan melalui pasar gelap. Sebelum sanksi yang diberikan oleh AS kepada Iran, tercatat 3 persen dari pendapatan kotor yang didapat oleh Najaf mencapai angka USD 5 miliar. Najaf juga telah merekrut 544.500 orang pada tahun lalu.

Kini Najaf ikut mengalami penurunan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah dari segi transportasi. Sebelum sanksi AS, Najaf dapat melayanin 35 penerbangan untuk 2 negara dalam waktu satu hari. Kini, Najaf hanya mengoperasikan 12 penerbangan setiap harinya. “Banyak sekali tejadi pembatalan reservasi hotel, hal ini sangatlah berbahaya,” Kata Abu Ghoneim.

Banyak juga hotel yang memberikan potongan hingga 50 persen untuk mengatasi krisis yang menimpa para peziarah dari Iran. Namun ternyata potongan harga yang diberikan hotel-hotel pun tidak mampu untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up