JawaPos Radar

AS Larang Filipina Beli Peralatan Militer ke Rusia

17/08/2018, 16:27 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
AS larang Filipina
Amerika Serikat (AS) memperingatkan Filipina agar tak membeli peralatan militer dari Rusia pada Kamis, (16/8). AS mengatakan, peralatan itu tak akan membantu aliansi mereka yang sudah berlangsung selama beberapa dekade (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) memperingatkan Filipina agar tak membeli peralatan militer dari Rusia pada Kamis, (16/8). AS mengatakan, peralatan itu tak akan membantu aliansi mereka yang sudah berlangsung selama beberapa dekade.

Kepala Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana pekan lalu mengungkapkan rencana Manila untuk mendapatkan dua kapal selam dari Moskow. Oleh karena itu AS segera menegurnya.

Menegaskan komitmennya sebagai sekutu pertahanan terkuat Manila, Asisten Menteri Pertahanan untuk Keamanan Asia dan Pasifik AS, Randall Schriver, mengunjungi Filipina untuk bertemu dengan pejabat pertahanan dan militer Filipina.

AS larang Filipina
AS sebagai sekutu Filipina tak suka negara itu beli peralatan militer Rusia (Reuters)

"Saya pikir mereka harus berpikir dengan hati-hati tentang membeli peralatan militer ke Rusia," kata Schriver seperti dilansir dari Anadolu pada Jumat, (17/8).

"Jika mereka akan melanjutkan pembelian peralatan utama Rusia, saya tidak berpikir itu adalah hal yang bermanfaat bagi aliansi. Akhirnya, saya pikir kita bisa menjadi mitra yang lebih baik daripada yang bisa dilakukan oleh Rusia ke Filipina," tambahnya.

Schriver mencatat, langkah itu tidak hanya berarti membeli tetapi berinvestasi dalam suatu hubungan. Washington juga meyakinkan Manila tentang dukungannya jika konflik di Laut Cina Selatan yang disengketakan memuncak.

"Kami akan menjadi sekutu yang baik, dan kami akan membantu Filipina menanggapi segala konflik dengan tepat," katanya.

Dia juga mengomentari laporan terbaru tentang pesawat Angkatan Laut AS yang terbang di atas Laut Cina Selatan yang diminta oleh militer Tiongkok untuk pergi. "Kami akan terbang, berlayar dan beroperasi di mana hukum internasional memungkinkan," kata Schriver.

"Kami tidak akan mengizinkan mereka untuk menulis ulang aturan jalan atau mengubah hukum internasional," tambahnya menhomentari sikap Tiongkok.

Selain Laut Cina Selatan, diskusi Schriver dengan pejabat Filipina termasuk hubungan pertahanan dan militer bilateral, kontra-terorisme, dan rencana AS untuk mendukung modernisasi Angkatan Bersenjata Filipina.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up