JawaPos Radar

Bandara Militer Terbesar AS di Timur Tengah akan Dibuka di Kuwait

17/07/2018, 10:24 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Bandara Militer Terbesar AS di Timur Tengah akan Dibuka di Kuwait
Bandara militer terbesar Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah akan dibuka di Kuwait pada bulan Agustus (The National)
Share this

JawaPos.com - Bandara militer terbesar Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah akan dibuka di Kuwait pada bulan Agustus. Cargo City hampir selesai dibangun dan akan menjadi tempat logistik militer AS dan pasukan Kuwait. Ini menurut keterangan Komando Tempur Udara AS.

Seperti dilansir The National beberapa hari yang lalu, proyek Cargo City menelan biaya USD 32 juta. Mencakup sekitar 33.000 meter persegi dan akan berfungsi sebagai terminal udara terbesar bagi pasukan dan peralatan militer AS dan Kuwait.

Bandara militer ini terletak di sebelah Bandara Internasional Kuwait dan akan digunakan sebagai stasiun sementara sampai penggantinya, Pangkalan Udara West Al Mubarak selesai dibangun pada 2023.

Bandara Militer Terbesar AS di Timur Tengah akan Dibuka di Kuwait
Pasukan AS siap mengamankan Timur Tengah (Reuters)

Perwira teknik sipil yang bertanggung jawab, Kapten Sean Murphy mengatakan, pindah ke Cargo City akan memungkinkan untuk kontak langsung antara pasukan koalisi dan Angkatan Udara Kuwait. "Memungkinkan untuk koordinasi yang lebih baik."

"Memindahkan semuanya ke lokasi yang benar-benar baru tampaknya tidak ideal pada awalnya. Membangun seluruh basis dari awal adalah hal yang berbeda," kata Murphy.

Meskipun pasukan udara mengharapkan untuk bergerak langsung ke Pangkalan Udara West Al Mubarak namun pembangunan Cargo City maju lebih cepat dari jadwal. Memaksa mereka ke lokasi sementara.

"Personel dasar saat ini juga harus mengatasi perpindahan staf. Mereka masih menjalankan misinya," imbuh Murphy.

Kuwait memberikan dukungan penuh untuk proyek bandara tersebut. Mengimpor lebih dari 1,24 juta meter kubik untuk mengisi lokasi konstruksi, menyediakan transportasi dan logistik selama 24 jam selama proyek empat bulan tersebut dilaksanakan.

“Selama proses pembangunan, kami dapat membentuk persahabatan dan membangun ikatan dengan mitra tuan rumah kami yang murah hati,” kata Murphy.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up