JawaPos Radar

Rayakan Kemerdekaan, Ribuan Warga Filipina Padati WTC Dubai

17/06/2018, 14:01 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Rayakan Kemerdekaan, Ribuan Warga Filipina Padati WTC Dubai
Filipina merayakan hari kemerdekaannya (Gulf News)
Share this

JawaPos.com - Ribuan warga Filipina memadati World Trade Centre (WTC) Dubai dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 120 yang sebagai negara republik pertama di Asia dengan penuh antusias. Masyarakat Filipina memenuhi Zabeel Hall di World Trade Centre Dubai pada Jumat pagi untuk merayakan Hari Kemerdekaan ke 120 negara mereka.

Setelah diumumkan merdeka pada 12 Juni 1898 dan terbebas dari Pemerintah Spanyol selama 333 tahun Filipina kemudian menjadi republik pertama di Asia. Lebih dari 45.000 warga Filipina menghadiri acara yang digelar selama sehari penuh yang diperuntukan bagi warga Filipina.

Sebuah parade yang penuh warna dari organisasi dan sekolah-sekolah Filipina menjadi pertanda mulainya acara tersebut seperti dilansir Gulf News, Minggu, (17/6). Murid-murid dari sekolah The Philippine School, New Filipino Private School dan Far Eastern Private School turut ambil bagian dalam ramainya parade peringatan Hari Kemerdekaan Filipina.

Masyarakat Filipina yang hadir pun mengenakan pakaian tradisional mereka. Para hadirin laki-laki mengenakan baju khas Filipina yaitu Barong Tagalog dan para hadirin perempuan mengenakan Balintawak.

Sementara yang lainnya mengenakan pakaian berwarna merah, putih, biru, dan kuning yang sama dengan warna bendera Filipina. Tema peringatan Hari Kemerdekaan Filipina kali ini adalah 'Perubahan yang Kami Perjuangkan, Sebuah Tawaran untuk Masa Depan yang Berlimpah.'

Konsulat Jenderal Paul Raymund Cortes menyampaikan pidatonya mengenai kebebasan. "Kebebasan untuk bebas menentukan sendiri apa artinya menjadi orang Filipina. Untuk mencapai apa yang kita cita-citakan bagi negara kita dan inilah yang kita rayakan saat ini, 120 tahun menunjukkan kepada dunia apa itu budaya, warisan dan orang Filipina, semuanya," ungkap Cortes.

Mengingat kembali masa pengorbanan nenek moyang mereka untuk mendapatkan kebebasan yang dapat terus dinikmati oleh generasi Filipina lebih dari satu abad kemudian.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up