JawaPos Radar

Baru Nikmati Lebaran, Bom Bunuh Diri Tewaskan 25 Orang di Afghanistan

17/06/2018, 10:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Baru Nikmati Lebaran, Bom Bunuh Diri Tewaskan 25 Orang di Afghanistan
Bom bunuh diri tewaskan 25 orang di Afghanistan (Council on Foreign Relations)
Share this image

JawaPos.com - Belum 24 jam untuk pertama kalinya militer Afganistan terlihat damai merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama pasukan Taliban, rupanya bom bunuh diri kembali mengguncang Provinsi Nangarhar, Afghanistan pada Sabtu malam, (16/6). Seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu (17/6), bom bunuh diri itu menewaskan 25 orang. Termasuk anggota Taliban, petugas keamanan, dan warga sipil.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman tersebut. Situs Amaq milik ISIS mengatakan, serangan pada Sabtu menargetkan pasukan Afghanistan di Nangarhar. Namun mereka tak memberikan rincian.

Juru Bicara Gubernur Provinsi Nangarhar, Attaullah Khogyani mengatakan, serangan itu terjadi di distrik Rodat, sekitar 25 km dari Jalalabad. Bom bunuh diri itu juga melukai lebih dari 54 orang.

Baru Nikmati Lebaran, Bom Bunuh Diri Tewaskan 25 Orang di Afghanistan
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman tersebut (Reuters)

Jennifer Glasse dari Al Jazeera menggambarkan pengeboman itu sebagai pukulan yang sangat merusak di tengah pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan di Jalalabad. Serangan itu terjadi ketika Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Taliban tanpa memberikan jangka waktu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi Ghani menyerukan agar Taliban juga memperpanjang gencatan senjata, yang akan berakhir pada hari Minggu setelah kedua pihak sepakat untuk menghentikan permusuhan selama Idul Fitri.

Ghani mengatakan, dalam semangat Idul Fitri dan gencatan senjata, Kantor Jaksa Agung telah membebaskan 46 tawanan Taliban. Sementara Taliban mengumumkan gencatan senjata untuk tiga hari pertama Idul Fitri, yang dimulai pada hari Jumat, menjanjikan untuk tidak menyerang pasukan keamanan Afghanistan untuk pertama kalinya sejak invasi AS tahun 2001.

Pasukan keamanan, terang Ghani, akan menghentikan sementara operasi melawan Taliban selama delapan hari, mulai Selasa lalu. Meskipun ia memperingatkan operasi terhadap militan lain, termasuk ISIS.

Dalam pidatonya, Ghani menyentuh subyek pengaruh regional dan pasukan internasional di Afghanistan. "Pemerintah Afghanistan siap mendiskusikan peran negara-negara tetangga dan kehadiran pasukan internasional, peran mereka dan nasib masa depan mereka," katanya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, pihaknya mendukung tawaran Presiden Ghani untuk memperpanjang gencatan senjata dan memulai pembicaraan damai. "Pembicaraan damai mencakup diskusi tentang peran aktor dan kekuatan internasional. Amerika Serikat siap untuk mendukung, memfasilitasi, dan berpartisipasi dalam diskusi ini."

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up