JawaPos Radar

Sebenarnya, Trump Enggan Beri Sanksi Rusia, Mengapa?

17/04/2018, 11:37 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Sebenarnya, Trump Enggan Beri Sanksi Rusia, Mengapa?
Presiden AS Donald Trump enggan memberikan sanksi kepada Rusia (BBC)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda memberlakukan sanksi tambahan kepada Rusia. Menurut salah satu pejabat senior Gedung Putih, ia juga tidak akan menyetujui sanksi itu kecuali Moskow melakukan serangan siber atau provokasi lainnya.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan, Washington sedang menyiapkan sanksi baru terhadap Rusia pada Minggu (15/4). Sanksi tersebut akan diberikan kepada Rusia atas dukungannya kepada Presiden Syria, Bashar Al Assad.

Seperti dilansir The Washington Post, Trump telah menghentikan rencana untuk memberikan sanksi ekonomi kepada Rusia. Pejabat senior Gedung Putih yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, Trump prihatin kalau menerapkan lebih banyak sanksi kepada Rusia.

Sebenarnya, Trump Enggan Beri Sanksi Rusia, Mengapa?
Trump enggan memberikan sanksi kepada Rusia (RFE)

Menurutnya, itu akan mengganggu upaya perundingan perjanjian dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam memerangi ekstremisme Islam, mengawasi serangan siber, dan hal lainnya.

AS akhir-akhir ini AS sudah melakukan tindakan keras kepada Rusia termasuk mengusir para diplomat atas upaya pembunuhan mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dengan racun saraf di Inggris. AS juga menjatuhkan sanksi kepada 24 warga Rusia karena melancarkan fitnah pada saat pemilihan Presiden AS.

"Jika pemerintah tidak bersikap hati-hati, ketegangan antara Washington dan Moskow dapat meningkat dan ini berbahaya," kata pejabat itu dilansir dari Reuters, Selasa (17/4).

Namun, ketika ditanya komentar pemberian sanksi ini Sekretaris Pers, Sarah Sanders tetap memberikan pernyataan bahwa AS akan segera memberikan sanksi. "Kami sedang mempertimbangkan sanksi tambahan pada Rusia dan keputusan akan dibuat dalam waktu dekat," katanya.

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up