JawaPos Radar

Dituding Antek Gulen, Pendeta AS Terancam 35 Tahun Penjara di Turki

17/04/2018, 18:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Dituding Antek Gulen, Pendeta AS Terancam 35 Tahun Penjara di Turki
Pendeta AS akan dipanjara di Turki (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Pemimpin sebuah gereja Protestan di kota barat Izmir, Andrew Brunson ditahan oleh otoritas Turki pada Oktober 2016 lalu kemudian ditahan. Ia akan mendapatkan hukuman 35 tahun kurungan penjara jika terbukti bersalah.

Pendeta Amerika Serikat (AS) tersebut diadili atas tuduhan terkait dengan teror setelah mendekam di balik jeruji besi Turki selama satu setengah tahun. Dalam kasus yang meningkatkan friksi antara Ankara dan Washington.

Dalam indikasi pentingnya kasus bagi Washington di pengadilan juga turut hadir Sam Brownback yang merupakan duta besar AS yang memiliki komitmen bebas beragama dan Senator Tom Tillis. Seorang wartawan AFP mengatakan, Brunson mengenakan kemeja putih dan setelan hitam saat menghadiri sidang di pengadilan Kota Aliaga di utara Izmir.

Jaksa Turki menuduh Brunson terlibat dalam kegiatan atas nama kelompok yang dipimpin tokoh Muslim Fethullah Gulen berada di balik kudeta yang dikatakan Ankara 2016 yang gagal juga Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Turki melarang keduanya karena dianggap sebagai kelompok teror. Brunson juga dituduh melakukan spionase untuk tujuan politik atau militer.

Pengacara Brunson, Cem Halavut mengatakan, jika tuduhan tersebut terbukti, Brunson akan menghadapi dua masa hukuman terpisah yaitu 15 tahun dan 20 tahun kurungan penjara. "Namun, tuduhan tersebut tampak lebih ringan daripada dakwaan asli yang sudah dipublikasi pada 13 Maret lalu."

Pada tuduhan tersbeut Brunson disebut sebagai anggota kelompok Gulen. Ini mempertaruhkan nyawanya jika terbukti bersalah. Dakwaan terakhir secara eksplisit menyatakan bahwa ia tidak dituduh sebagai anggota kelompok Gulen atau PKK, seperti dilansir AFP, Senin, (16/4).

Halavut menambahkan, ia gugup menghadapi kasus ini tetapi juga senang karena ini adalah pertama kalinya ia muncul di hadapan hakim dan memiliki harapan. Kasus Brunson semakin membuat panas hubungan antara sekutu NATO Turki dan AS. Presiden AS Donald Trump yang mengangkat masalah ini saat berbicara dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

(ina/trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up