JawaPos Radar

AS Bakal Beri Sanksi Baru ke Rusia Terkait Senjata Kimia di Douma

17/04/2018, 10:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
AS Bakal Beri Sanksi Baru ke Rusia Terkait Senjata Kimia di Douma
Warga sipil termasuk anak-anak jadi korban Perang Syria (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) siap menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan serangan kimia oleh rezim Presiden Bashar Al Assad. Pernyataan tersebut diumumkan oleh Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley pada Minggu (15/4), seperti dilansir dari AFP.

Haley mengatakan, sanksi tersebut akan diumumkan oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan menargetkan perusahaan yang memasok Damaskus dengan peralatan dan material lain yang terkait dengan senjata kimia. "Anda akan melihat bahwa sanksi Rusia akan turun," katanya.

Langkah itu menyusul serangan rudal oleh pasukan AS, Prancis, dan Inggris sebagai pembalasan atas dugaan serangan senjata kimia Syria pada 7 April di Douma—kota yang dikuasai pemberontak dekat Damaskus.

AS Bakal Beri Sanksi Baru ke Rusia Terkait Senjata Kimia di Douma
AS dan sekutunya Inggris, Prancis menggempur Syria dengan rudal (Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Para pejabat militer AS mengatakan, serangan udara Sabtu pagi di Syria telah melumpuhkan sisa-sisa persediaan senjata kimia Syria. Serangan itu juga dilakukan untuk menghindari kontak dengan pasukan Rusia di negara itu.

Para pejabat AS menyalahkan Rusia karena gagal mengendalikan sekutunya Syria yang menyetujui perjanjian 2013 untuk tidak menggunakan senjata kimia. Kesepakatan itu terjadi dengan perantara Rusia untuk mencegah serangan balasan AS.

Sebelumnya serangan gas sarin disebut dilakukan di pinggiran Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak di Damaskus pada 21 Agustus 2013. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil.

"Saya pikir semua orang tahu bahwa kami mengirim pesan yang kuat dan harapan kami adalah mereka mendengarkannya," kata Haley tentang serangan rudal pekan ini.

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up