JawaPos Radar

Waduh...Arab Saudi dan Rusia Setop Produksi Minyak

17/02/2016, 14:10 WIB | Editor: Imam Solehudin
Waduh...Arab Saudi dan Rusia Setop Produksi Minyak
Ilustrasi (dok.Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Dua negara penghasil minyak di Dunia, Arab dan Rusia kompak menghentikan kegiatan produksi minyaknya. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga tren harga minyak di pasaran. Baik Arab maupun Rusia paham betul, saat ini ada kemungkinan harga emas hitam itu mengarah ke USD 20 per barel.

''Ini untuk menstabilkan dan meningkatkan harga di pasar,'' ujar Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al Naimi di Doha, Qatar, sebagaimana dikutip Bloomberg kemarin. 

Selain Arab Saudi dan Rusia, Qatar dan Venezuela turut serta membekukan produksi untuk sementara.

Pada perdagangan Selasa petang (16/2), harga WTI kontrak pada Maret 2016 naik USD 29,60 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengiriman April 2016 bertengger di level USD 33,80 per barel. 

Arab Saudi pun sebetulnya menolak jika harus seorang diri mengurangi pasokan minyak. Alasannya, itu akan membuat produsen minyak terbesar di dunia tersebut kehilangan pangsa pasar. Namun, dengan kesepakatan pembekuan produksi ber­sama, Arab Saudi akan ikut mengambil tindakan untuk mengatrol kembali harga minyak. ''Kami ingin harga minyak stabil,'' tuturnya.

Qatar akan memantau secara langsung perjanjian pembekuan produksi minyak itu. Menteri Energi Qatar Mohammad bin Saleh al-Sada menuturkan, harga minyak yang rendah belum positif bagi dunia. Menteri Energi Rusia Alexander Novak menjelaskan, pihaknya sebenarnya bisa memotong produksi.

Namun, Rusia mempunyai hambatan yang signifikan untuk melakukannya sendiri. ''Sebab, pembekuan produksi juga bergantung negara lain. Yakni, ada yang berpartisipasi atau tidak. Irak dan Iran sepertinya enggan mengikuti kesepakatan itu,'' katanya.

Jika Iran dan Iraq tidak ikut serta, banyak yang ragu bahwa kesepakatan tersebut bakal efektif. ''Banyak yang masih bertanya-tanya tentang penyesuaian produksi itu,'' sahut Kepala Riset Komoditas Commerzbank AG di Frankfurt Eugen Weinberg. (rin/c20/oki/mam/JPG) 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up