JawaPos Radar

Yerusalem Tak Diakui Jadi Ibu Kota Israel, AS Potong Bantuan Palestina

17/01/2018, 08:31 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Yerusalem Tak Diakui Jadi Ibu Kota Israel, AS Potong Bantuan Palestina
Presiden AS Donald Trump (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa mengumumkan akan menahan setengah bantuan dari yang direncanakan kepada agen PBB, United Nation Relief and Welfare Agency (UNRWA). Salah satu tugas UNRWA ialah memberikan bantuan kepada orang-orang Palestina.

Saat ini AS menahan USD 65 juta bagi UNRWA. Kementerian Luar Negeri AS mengatakan, UNRWA perlu melakukan reformasi.

Pejabat Palestine Liberation Organization (PLO) Wasel Abu Youssef mengkritik langkah AS yang menahan bantuan tersebut. "Ini merupakan upaya AS untuk menyangkal hak-hak Palestina karena keputusan Trump 6 Desember lalu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel ditolak dunia," katanya, Rabu, (17/1).

Yerusalem Tak Diakui Jadi Ibu Kota Israel, AS Potong Bantuan Palestina
Palestina (Anadolu Agency)

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, dia tidak mengetahui adanya pemotongan bantuan bagi UNRWA. Namun dia sangat prihatin jika memang terjadi pemotongan bantuan karena pemberian bantuan merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas.

Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krähenbühl mengatakan, berkurangnya kontribusi AS bisa mengancam salah satu upaya pembangunan manusia yang paling sukses dan inovatif di Timur Tengah.

Keputusan untuk menahan bantuan dana menambah kesulitan untuk menghidupkan kembali perundingan damai Israel-Palestina. Selain itu juga hanya akan merongrong kepercayaan orang-orang Arab bahwa Amerika Serikat dapat bertindak sebagai arbiter yang netral.

Perundingan terakhir ambruk pada 2014, sebagian karena Israel menolak persekutuan antara faksi-faksi Palestina Fatah dan Hamas. Israel juga menolak mengembalikan tanah pemukiman ilegal Israel ke Palestina.

(Reuters/ce1/met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up