JawaPos Radar

Ulama Pakistan Terbitkan Larangan Bom Bunuh Diri, Ini Penjelasannya

17/01/2018, 16:41 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Ulama Pakistan Terbitkan Larangan Bom Bunuh Diri, Ini Penjelasannya
Aksi Bom Bunuh Diri (Council on Foreign Relations)
Share this image

JawaPos.com - Ulama Muslim di Pakistan berkumpul untuk menghapuskan kekerasan. Pada Selasa (16/1), para ulama Muslim Pakistan mengeluarkan fatwa haram terkait aksi bom bunuh diri.

Pelaku bom bunuh diri, ujar mereka, sering melakukan aksi bom bunuh diri dengan alasan retorika keagamaan. Mereka mengklaim perjuangan mereka adalah perang suci untuk menegakkan aturan Islam. Padahal itu sungguh tak benar.

Para ulama berharap, keputusan ini bisa menahan serangan teroris yang telah menyebabkan puluhan ribu orang tewas. Meskipun serangan bom bunuh diri dikecam berulang kali sebagai tindakan tak bermoral, militan menganggap taktik tersebut sebagai senjata paling efektif.

Ulama Pakistan Terbitkan Larangan Bom Bunuh Diri, Ini Penjelasannya
Pakistan (Reuters)

"Fatwa ini memberikan dasar yang kuat bagi stabilitas masyarakat Islam moderat," kata Presiden Pakistan Mamnoon Hussain seperti dilansir New Arab, Selasa, (16/1).

Ia juga mengatakan, fatwa ini dapat mencegah ekstremisme, sesuai dengan prinsip Islam yang sebenarnya.

Penandatanganan ini juga menjadi jawaban bagi Amerika Serikat (AS) yang berkali-kali telah menuduh Pakistan melindungi para teroris. AS juga mengatakan akan mengurangi bantuan terhadap Pakistan karena kegagalannya memberantas kelompok-kelompok seperti Taliban dan Haqqani.

Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi mengatakan, Pemerintah Pakistan mati-matian berjuang melawan terorisme.

Seperti dilansir Guardian, beberapa pekan lalu ia menyatakan, sejak tahun 2000-an aksi bom bunuh diri di Pakistan telah menewaskan 6.500 tentara, 37.000 warga sipil, dan melukai puluhan ribu orang lainnya.

"Kami mengalami kerugian sekitar USD 120 miliar dalam perekonomian. Jadi dunia harus menghargai perjuangan kami melawan terorisme," kata Abbasi.

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up