alexametrics

Varian Omicron Meluas di 77 Negara, WHO Ingatkan Masyarakat Tak Lengah

16 Desember 2021, 11:47:02 WIB

JawaPos.com – Omicron sudah menyebar luas. Data Badan Kesehatan dunia (WHO) menyebut persebarannya mencapai 77 negara. Bahkan, ada kemungkinan sejatinya varian virus SARS-CoV-2 itu sudah ada di sebagian besar negara di dunia. Hanya, belum terdeteksi dan dilaporkan.

Hal itu diungkap Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam paparan mingguan ke media Selasa (14/12) waktu setempat terkait hasil penelitian awal Omicron. ’’Omicron menyebar pada tingkat yang belum pernah kita lihat pada varian sebelumnya,’’ terang Ghebreyesus seperti dikutip The Guardian.

Saat ini 3 persen kasus di AS adalah varian Omicron. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Rabu (15/12) bahkan memperingatkan bahwa Omicron bisa menjadi varian dominan di Eropa pertengahan bulan depan.

Ghebreyesus menyayangkan karena ada beberapa pihak yang mengabaikan Omicron. Ia dianggap sebagai varian yang menyebabkan gejala ringan saja. Ibarat kata, varian tersebut diremehkan kehadirannya. Itu membuat banyak negara lengah dan gagal mencegah persebaran varian yang berasal dari Afrika tersebut.

Ghebreyesus menjelaskan bahwa meski mungkin efek yang ditimbulkan tidak terlalu parah, jika jumlah kasusnya luar biasa tinggi, itu bisa menekan sistem kesehatan di wilayah yang tidak siap. Hingga saat ini WHO belum bisa memastikan dampak Omicron karena butuh penelitian lanjutan. Namun, pasien yang meninggal akibat varian itu sudah ada di Inggris.

Itu bukan kabar buruk satu-satunya. Versi WHO, vaksin saja tidak cukup untuk perlindungan. Sebab, ia bisa menghindari perlindungan vaksin dengan baik dan memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi. Artinya, orang yang sudah pernah terkena Covid-19 dan memiliki antibodi alami tetap berpeluang besar tertular lagi. Faktor itu membuat Omicron masuk dalam varian dengan risiko tinggi.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c6/bay)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads