JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tiongkok Larang Penyebaran Konten Agama Via Internet

16 Desember 2018, 18:36:52 WIB
tiongkok, internet,
Rilis draf itu dilakukan sehari setelah pihak berwenang di Beijing melarang Gereja Zion, salah satu Gereja Protestan terbesar di Beijing. Otoritas juga menyita materi promosi ilegal (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Semua orang asing akan dilarang menggunakan internet untuk mempromosikan dan berkhotbah agama di Tiongkok. Larangan ini di bawah aturan rancangan baru yang bertujuan untuk memberikan peraturan yang sah dan meningkatkan standar.

Rilis draf itu dilakukan sehari setelah pihak berwenang di Beijing melarang Gereja Zion, salah satu Gereja Protestan terbesar di Beijing. Otoritas juga menyita materi promosi ilegal.

Seorang kritikus memperingatkan, peraturan yang diusulkan akan menabur benih ketidakstabilan politik di kalangan masyarakat. Berdasarkan rancangan peraturan yang dirilis oleh Administrasi Urusan Agama Nasional, semua kelompok yang mendistribusikan informasi keagamaan secara online harus memiliki lisensi dari departemen urusan agama provinsi.

Kelompok-kelompok berlisensi boleh berkhotbah dan menawarkan pelatihan agama tetapi tidak melakukan siaran langsung atau kegiatan keagamaan yang disiarkan. Selain itu, semua kelompok dan individu asing akan dilarang menyebarluaskan konten keagamaan secara online.

Proposal itu memancing kritik langsung di Tiongkok termasuk dari seorang biksu yang berbasis di Zhejiang yang memperingatkan bahwa kontrol berlebihan terhadap kegiatan keagamaan legal hanya akan mendorong orang-orang dengan kebutuhan spiritual yang tidak terpenuhi untuk mencari sumber-sumber ilegal.

"Orang-orang secara bertahap akan kehilangan kemampuan untuk mengatakan keyakinan yang tidak ortodoks dari yang ortodoks, dan kelompok-kelompok ekstremis agama ilegal akan tumbuh lebih merajalela," katanya.

Sehari sebelum peraturan itu dikeluarkan, pihak berwenang di Beijing melarang Gereja Zion setelah gereja menolak permintaan dari pihak berwenang untuk memasang kamera televisi sirkuit tertutup di gedung utamanya. Gereja tersebut memiliki ratusan jamaah dan sebelumnya telah beroperasi dengan kebebasan, meskipun tidak terdaftar.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini