JawaPos Radar | Iklan Jitu

Otoritas Imigrasi Myanmar tahan Lebih dari 100 Muslim Rohingya

16 November 2018, 20:24:28 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
myanmar, rohingya, myanmar,
Otoritas imigrasi Myanmar menahan lebih dari 100 orang Muslim Rohingya yang berada di lepas pantai Yangon pada Jumat, (16/11) (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Otoritas imigrasi Myanmar menahan lebih dari 100 orang Muslim Rohingya yang berada di lepas pantai Yangon pada Jumat, (16/11). Pelarian ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya gelombang baru pelayaran berbahaya, setelah penindasan pada 2015, yaitu penyelundup manusia.

"Perahu yang membawa 106 orang itu dihentikan pada Jumat, (16/11), pagi dan polisi terbesar Myanmar sedang dalam perjalanan untuk menyelidiki," kata seorang petugas imigrasi dari Kotapraja Kyauktan Kyaw Htay dilansir dari Reuters, Jumat (16/11).

“Mungkin mereka berasal dari Rakhine. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin mereka Bengali dari Rakhine,” ujar Kyaw Htay.

myanmar, rohingya, myanmar,
Banyak orang di Myanmar yang mayoritas beragama Budha menyebut Rohingya sebagai Bengali, menyiratkan mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh (AFP)

Banyak orang di Myanmar yang mayoritas beragama Budha menyebut Rohingya sebagai Bengali, menyiratkan mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh. Myanmar tidak menganggap Rohingya sebagai kelompok etnis pribumi.

Para pejabat Myanmar mengatakan, puluhan orang Rohingya di Myanmar dan Bangladesh telah naik kapal untuk mencoba mencapai Malaysia, setelah akhir musim hujan pada awal Oktober.

Para pengamat memperingatkan, rute penyelundupan ke Thailand telah terganggu dan perjalanan itu berbahaya dan mahal. Makanya semakin banyak Rohingya memilih perjalanan yang lebih murah dan lebih pendek di sepanjang pantai Teluk Benggala Selatan ke Yangon.

Aye Mya Mya Myo, seorang anggota parlemen tingkat rendah untuk Partai Liga Nasional untuk Pemimpin De Facto Aung San Suu Kyi, mengunggah foto-foto sebuah perahu reyot yang penuh sesak. Ada perempuan, pria dan anak-anak. Pada beberapa gambar, petugas polisi mengawasi orang-orang dari perahu. Dia mengatakan ada 50 pria, 31 wanita dan 25 anak-anak di perahu.

Lebih dari 700.000 orang Rohingya melarikan diri dari tindakan keras tentara di negara bagian Rakhine Myanmar pada 2017. Warga Rohingya mengatakan, tentara dan umat Buddha setempat membantai keluarga, membakar ratusan desa, dan melakukan pemerkosaan. Peneliti yang diberi mandat AS telah menuduh tentara Myanmar berniat melakukan genosida dan pembersihan etnis.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up