alexametrics

Malaysia Tak Mau Pemimpin Junta Militer Myanmar Hadiri KTT ASEAN

16 Oktober 2021, 10:02:55 WIB

JawaPos.com – Malaysia tidak ingin pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing menghadiri pertemuan puncak ASEAN pada 26-28 Oktober 2021 mendatang. Dengan catatan jika junta gagal menjalankan komitmennya untuk rencana perdamaian di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah mengatakan telah diberitahu mengenai rencana utusan khusus ASEAN Erywan Yusof untuk mengunjungi Myanmar pekan depan dan para menlu ASEAN akan mengadakan pertemuan secara virtual untuk menilai sikap junta terhadap proses perdamaian.

“Kami akan meninjau rincian rencana kunjungan yang diusulkan. Jika tidak ada kemajuan nyata maka Malaysia tidak ingin jenderal itu mengikuti KTT. Tidak ada kompromi untuk itu,” kata Saifuddin, merujuk pada jabatan Min Aung Hlaing.

Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta 1 Februari 2021 yang dipimpin oleh Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Kudeta itu mengakhiri satu dekade pemerintahan demokratis dan memicu serangan balasan yang telah menjerumuskan Myanmar ke dalam kekacauan.

Myanmar telah menjadi salah satu masalah yang paling memecah belah ASEAN sejak negara itu bergabung dengan perhimpunan pada 1997. Kediktatoran militer yang dikecam oleh Barat karena aturan tangan besinya, menguji persatuan ASEAN dan merusak kredibilitas internasionalnya.

Pengecualian Min Aung Hlaing, meski tidak secara resmi diakui sebagai pemimpin ASEAN, akan menjadi langkah besar bagi perhimpunan yang memiliki kebijakan tidak mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain dan telah lama lebih mengedepankan dialog daripada tindakan hukuman.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara




Close Ads