alexametrics

Tiongkok Pantau Warga Sipil Lewat Aplikasi

16 Oktober 2019, 19:32:23 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Tiongkok memata-matai penduduknya. Bukan secara langsung, tapi lewat aplikasi Study the Great Nation. Aplikasi berisi pemikiran-pemikiran Presiden Tiongkok Xi Jinping itu telah diunduh lebih dari 100 juta penduduk. Tapi, ternyata informasi resmi soal propaganda pemerintah tersebut berfungsi layaknya alat sadap.

“Aplikasi itu memberi pemerintah akses sebagai superuser,” bunyi laporan pakar keamanan telepon Cure 53 seperti dikutip BBC.

Pemerintah, menurut lembaga tersebut, melakukan penelitian atas nama Open Technology Fund yang merupakan organisasi HAM. Pemerintah Tiongkok tentu saja langsung menampik tudingan tersebut.

Berkat kampanye aktif pemerintah, Study the Great Nation yang dirilis Februari lalu menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Tiongkok. Pemerintahan Xi mewajibkan para pejabat partai dan pegawai negeri memiliki aplikasi tersebut.

Di dalamnya ada kuis yang berbuah poin untuk pengguna. Dengan membaca artikel dan kemudian mengomentarinya, pengguna mendapatkan poin.

Mulai bulan ini, pemerintah mewajibkan para jurnalis Tiongkok lulus tes soal kehidupan Xi sebagai syarat mendapatkan kartu pers. Ujiannya dilakukan lewat aplikasi Study the Great Nation.

Dalam laporannya, Cure 53 mengaku menemukan banyak fitur yang tersembunyi dan tidak terdokumentasi. Aplikasi itu juga memiliki kemampuan menyalin data. Study the Great Nation juga melacak aplikasi populer yang diinstal pada telepon genggam penggunanya.

“Aplikasi itu mampu mengumpulkan dan mengelola sejumlah besar data dengan sangat spesifik,” bunyi laporan perusahaan asal Jerman tersebut.

Sejauh ini, belum ada bukti akses tingkat tinggi itu sudah dipakai. Tapi, Cure 53 tetap mempertanyakan mengapa sebuah apliasi pendidikan membutuhkan akses masif seperti itu?

Direktur Penelitian di Open Technology Fund Adam Lynn mengungkapkan bahwa sangat tidak umum sebuah aplikasi membutuhkan akses sebanyak itu pada sebuah perangkat.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c25/hep)



Close Ads