alexametrics

AS dan Uni Eropa Beri Sanksi Turki demi Gencatan Senjata

Pasukan Rusia Berpatroli di Manbij
16 Oktober 2019, 20:01:06 WIB

JawaPos.com – Invasi Turki ke Syria berbuah sanksi. Senin waktu setempat (14/10) Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) menghukum negara yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan itu karena melancarkan Peace Spring Operation. Aksi militer tersebut menurut Washington sangat membahayakan keselamatan warga sipil.

“Aksi Turki mengancam nyawa warga sipil dan menghambat upaya menumpas ISIS,” ujar Presiden Donald Trump sebagaimana dilansir BBC. Senin lalu Washington mengumumkan sanksi baru untuk Turki. Kali ini ada dua entitas dan tiga individu yang jadi target.

Dengan menjatuhkan sanksi kepada Turki, menurut Wakil Presiden Mike Pence, AS berharap Peace Spring Operation berhenti. “(Sanksi, Red) ini bisa menjadi semakin berat jika tidak kunjung tercipta gencatan senjata di Syria,” tegasnya. Dalam waktu dekat, tokoh 60 tahun itu akan terbang ke Turki untuk bertemu dengan Erdogan.

Menurut Pence, Trump pun sudah berbincang dengan Erdogan lewat telepon terkait desakan gencatan senjata tersebut. Namun, ancaman-ancaman AS itu tidak sejalan dengan kebijakannya di Syria. Awal pekan ini Washington menarik seluruh pasukannya dari medan tempur. Tepatnya di kawasan utara Syria. Kebijakan tersebut jelas membuat Turki senang. Sebab, tentara-tentaranya punya ruang gerak yang lebih luas setelah hengkangnya pasukan AS. Itu juga membuat mereka lebih leluasa untuk melancarkan aksi militer di kawasan Kurdi tersebut.

Di Washington, para petinggi AS mendesak Turki untuk menghentikan invasi militer. “Saya ingin segera berunding dan mencari tahu apa saja yang bisa AS lakukan untuk mencegah krisis membesar,” kata Ketua Kubu Mayoritas Senat AS Mitch McConnell kepada CNN.

Di sisi lain, kubu Partai Demokrat mengkritik kebijakan Trump yang gemar menjatuhkan sanksi. Menurut senator Chris Murphy, Washington tidak perlu repot-repot menghukum Turki dengan sanksi hanya untuk menekan Erdogan. Sebab, yang seharusnya AS lakukan adalah mempertahankan pasukan di kawasan utara Turki. Bukan malah menarik mundur seluruh tentara.

Tekanan terhadap Erdogan tidak membuatnya melunak. “Insya Allah, kami segera mengamankan wilayah yang membentang dari perbatasan hingga Manbij,” ujar Erdogan.

Klaim tersebut disanggah aliansi SDF. Kaum Kurdi yang akhirnya berpaling ke rezim Presiden Bashar Al Assad mengklaim bisa mempertahankan titik terakhir yang diincar Turki. Yakni, Manbij. Kepercayaan diri itu timbul setelah pasukan Rusia datang dan memperkuat pertahanan di kota strategis tersebut.

“Tentara pemerintah Syria memegang kontrol penuh di Kota Manbij dan sekitarnya.” Demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia menurut Al Jazeera.

TURKI KENA SANKSI (EFEKTIF 14 OKTOBER 2019)
SANKSI AS
Target: Kementerian Pertahanan, Kementerian Energi, Menteri Pertahanan Hulusi Akar, Menteri Energi Fatih Donmez, dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu.
Bentuk: Membekukan seluruh aset milik lima target tersebut di wilayah AS. Melarang lima target itu bertransaksi dengan entitas/individu dengan melibatkan sistem finansial AS.

SANKSI UNI EROPA (UE)
Menunda ekspor senjata dari negara-negara UE ke Turki.

Sumber: BBC

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c11/hep)



Close Ads