alexametrics

Baku Tembak di Philadelphia Lukai Enam Polisi

16 Agustus 2019, 16:37:37 WIB

JawaPos.com – Warga daerah Nicetown-Tioga, Philadelphia, AS, baru saja melalui drama menegangkan. Petugas kepolisian berjibaku dengan pria bersenjata selama tujuh jam. Enam penegak hukum terluka lantaran baku tembak pada Rabu (14/8) waktu setempat.

Petugas sama sekali tidak menyangka bakal terlibat dalam adu peluru selama beberapa jam. Awalnya, mereka datang ke rumah deret di lingkungan tersebut pukul 16.30 sembari membawa surat perintah penggeledahan. Yang mereka cari adalah narkoba.

Namun, tak lama setelah mereka memasuki rumah, peluru beterbangan. Petugas yang tak siap pun buru-buru keluar dari rumah tersebut. Namun, dua polisi dikatakan terjebak di dalam rumah tersebut. “Ini adalah situasi yang tak ingin saya jumpai lagi,” ujar Komisioner Kepolisian Philadelphia Richard Ross kepada Washington Post.

Di luar dugaan, pria bersenjata yang melawan petugas tersebut sanggup bertahan lama. Dia bisa mengimbangi amunisi dari aparat selama berjam-jam. Penegak hukum pun kebingungan karena pria itu punya “sandera” yang masih terjebak di dalam rumah.

Negosiator yang tiba di lokasi pun gagal membujuk pelaku untuk menyerah. Akhirnya, tim SWAT (Special Weapons and Tactics) yang tiba memilih untuk menyelamatkan orang-orang terjebak lebih dulu. Sekitar pukul 21.30 waktu setempat dua polisi dan tiga orang lainnya yang terjebak dalam rumah dapat dievakuasi melalui operasi senyap.

Infografis peredaran senjata di AS (Jawa Pos)

Baru setelah itu, polisi mulai mengepung rumah dan mendesak pelaku penembakan agar menyerah. “Rasanya seperti melihat perang. Suara tembakan terus terdengar saat kita seharusnya makan malam,” ujar seorang warga lokal kepada NBC.

Drama itu berakhir ketika si pelaku keluar rumah sambil mengangkat kedua tangan. Dia menyerah setelah pengacara pribadinya merayu. Sang pengacara meyakinkan bahwa polisi tidak akan membunuhnya.

Media setempat mengabarkan bahwa pelaku bernama Maurice Hill. Pria 36 tahun itu memang punya catatan kriminal yang cukup panjang. Termasuk, kepemilikan senjata ilegal. Hill melukai enam petugas dalam baku tembak tersebut. Namun, semuanya stabil dan bisa langsung pulang dari rumah sakit.

Wali Kota Philadelphia Jim Kenney ikut mengunjungi enam petugas yang tertembak. Seorang petugas terluka gores di kepala. “Sedikit saja (arah peluru berbeda, Red), dua anak di Philadelphia bakal tumbuh tanpa ayah,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Kenney mengaku marah. Menurut dia, itu adalah bukti bahwa AS sudah darurat senjata. Dia meminta NRA (National Rifle Association) Amerika dan pemerintah pusat menjawab keresahan masyarakat.

“Petugas kami berhak dilindungi. Mereka tak sepatutnya ditembaki seseorang dengan amunisi tak terbatas selama berjam-jam,” tegasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c10/dos)



Close Ads