alexametrics

Mereka Menangis Saat Tahu Penyelam Tewas dalam Upaya Penyelamatan

16 Juli 2018, 11:05:20 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 12 pemain sepakbola muda Thailand yang diselamatkan dari Gua Tham Luang sempat berduka. Mereka baru saja mengetahui kalau ada mantan penyelam Angkatan Laut yang meninggal dalam upaya penyelamatan mereka.

Seperti dilansir BBC pada Minggu, (16/7), penyelam yang meninggal itu adalah Saman Gunan. Ia kehilangan nyawanya pada tanggal 6 Juli saat memasang tangki oksigen di kompleks gua yang banjir.

Ia sejak saat itu dianggap sebagai pahlawan di seluruh dunia. Anak-anak dan pelatih berusia 25 tahun itu diberitahu tentang pengorbanan Sama pada Sabtu, ketika para dokter memutuskan bahwa mereka cukup kuat untuk menerima berita.

Mereka Menangis Saat Tahu Penyelam Tewas dalam Upaya Penyelamatan
Beberapa spesialis menyatakan terkejut bahwa Saman, 38 tahun, adalah satu-satunya orang yang meninggal dalam usaha berbahaya itu. Istri Saman mengatakan, mendiang suaminya dipuji sebagai pahlawan (Infografis: Kokoh/Jawapos.com)

“Semua menangis dan mengungkapkan belasungkawa mereka dengan menulis pesan pada gambar Letnan Komandan Saman dan melakukan satu menit diam untuk mengenangnya,” kata Sekretaris Kementerian Kesehatan, Jedsada Chokdamrongsuk.

Foto-foto menunjukkan tim sepakbola yang dipantau di rumah sakit, berkumpul dengan di sekitar gambar penyelam. “Mereka juga mengucapkan terima kasih dan berjanji akan menjadi anak laki-laki yang baik,” kata Kementerian Kesehatan.

Beberapa spesialis menyatakan terkejut bahwa Saman, 38 tahun, adalah satu-satunya orang yang meninggal dalam usaha berbahaya itu. Istri Saman mengatakan, mendiang suaminya telah dipuji sebagai pahlawan karena sikapnya.

“Dia suka membantu orang lain, melakukan pekerjaan amal dan menyelesaikan sesuatu,” ujarnya.

Sekitar 4.000 relawan bekerja untuk membersihkan area di sekitar Gua Tham Luang. Sistem di gua telah ditutup, para pejabat mengatakan, itu bisa dibuka kembali sebagai objek wisata dengan perlindungan ketat untuk mencegah bencana terulang kembali.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/JPC)

Mereka Menangis Saat Tahu Penyelam Tewas dalam Upaya Penyelamatan