alexametrics

Warga Diminta tak Sebar Aksi Brutal Teroris di Masjid Selandia Baru

16 Maret 2019, 13:45:51 WIB

JawaPos.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru.

Dalam keterangan resminya kepada JawaPos.com, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Ferdinandus Setu menjelaskan, Kemenkominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

“Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tegasnya, Sabtu (16/3).

Lebih jauh pihaknya mengaku, Kemenkominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu pihak Kemenkominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukan keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di masjid di Selandia Baru.

Dalam kesempatan terpisah, Menkominfo Rudiantara melalui tulisannya di Twitter pribadinya @rudiantara_id menjelaskan, Kemenkominfo telah melakukan penapisan video rekaman tragedi berdarah di Selandia Baru.

“Sejak Jumat (15/3) siang kemarin Kemenkominfo telah menapis video rekaman penembakan yang beredar di internet dan media sosial. Sudah sekitar 500 posting konten yang ditapis dari berbagai platform sampai sore ini,” ungkapnya kepada netizen.

Rudiantara menyatakan platform Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya telah bekerja sama melakukan penapisan konten tersebut. “Kerja sama juga dilakukan dengan instansi pemerintah lainnya,” tegasnya.

Menurut Rudiantara, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengencam keras kejadian itu dan menyampaikan duka mendalam kepada korban. “Indonesia sangat mengecam keras aksi kekerasan seperti ini. Saya juga menyampaikan duka yang mendalam kepada para korban yang ada dari aksi tersebut,” ujar Rudiantara mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo.

Menteri Kominfo mengimbau agar masyarakat tidak menyebarluaskan konten video ataupun tautan konten kekerasan yang brutal. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak ikut menyebarkan video atau tautan terhadap konten kekerasan yang brutal tersebut. Kominfo akan terus memantau dan mengupayakan dengan maksimal penapisannya,” ungkapnya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Rian Alfianto

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Warga Diminta tak Sebar Aksi Brutal Teroris di Masjid Selandia Baru