alexametrics

Jadi Korban Teroris di Selandia Baru, Lilik Meninggal

16 Maret 2019, 19:52:26 WIB

JawaPos.com – Seorang WNI korban aksi teror di Christchurc, Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid dipastikan meninggal dunia. Kepastian tersebut diperoleh sore ini, Sabtu (16/3) dari pengurus Masjid Al Noor, Christchurch.

Segera setelah memperoleh kepastian tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara langsung dengan Ibu Nina, istri Almarhum. Dalam pembicaraan pertelepon tersebut, Menlu Retno menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam Pemerintah Indonesia atas meninggalnya almarhum. ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Duta Besar RI akan memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan.

Sejauh ini dilaporkan terdapat sekitar 7 WNI yang berada di kedua masjid saat terjadi aksi terorisme tersebut. Sebanyak 4 orang telah dinyatakan selamat, 2 orang luka dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit, dan 1 orang meninggal dunia.

penembakan masal, penembakan di masjid, masjid selandia baru, selandia baru, lilik meninggal, lilik,
Seorang WNI korban aksi teror di Christchurc, Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid dipastikan meninggal dunia. Kepastian tersebut diperoleh sore ini, Sabtu (16/3) dari pengurus Masjid Al Noor, (9News)

KBRI Wellington baru menerima kabar pada pukul 22.10 kalau Lilik Abdul Hamid yang sebelumnya dilaporkan hilang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch.

Duta Besar RI malam hari ini bersama segenap masyarakat Indonesia di Christchurch mengunjungi kediaman keluarga Lilik Abdul Hamid di Christchurch dalam rangka memberikan dukungan terhadap keluarganya dalam menghadapi musibah ini.

Pada sore hari, Duta Besar RI Bapak Tantowi Yahya melakukan peninjauan ke lokasi Masjid Al Noor serta melakukan doa bersama masyarakat di Taman Hagley Park yang ditujukan bagi bagi para korban serta keluarganya.

Sebelumnya, Duta Besar RI Bapak Tantowi Yahya dan tim konsuler KBRI Wellington juga telah menjenguk WNI yang menjadi korban penembakan yakni Zulfirman Syah di RS Christchurch Public Hospital. Beliau telah menjalani operasi dan saat ini masih terus mendapatkan perawatan medis dari pihak RS. Kondisi anak dari Bapak Zulfirman Syah yang juga tertembak, saat ini diketahui sudah stabil.

KBRI Wellington mengapresiasi upaya bersama para WNI di Christchurch dalam membantu istri Bapak Zulfirman Syah selama masa perawatan Bapak Zulfirman Syah di RS Christchurch Public Hospital.

KBRI Wellington terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga dari Indonesia yang ingin mengunjungi WNI yang terkena dampak peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington telah membentuk Posko Sementara Paska Peristiwa Penembakan yang bekerja selama 24 jam sejak hari Jumat, 15 Maret 2019. Posko bertugas untuk memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington juga membuka hotline dan menunjuk contact persons untuk dapat dihubungi selama 24 jam, yaitu Sdr. Rendy Ramanda (+6421 1950 980) dan Sdr. Luth Anugranya (+6422 3812 065)

Untuk menghindari berita hoax, KBRI Wellington secara berkala memberikan update apabila ada perkembangan terbaru.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Jadi Korban Teroris di Selandia Baru, Lilik Meninggal