alexametrics

Tiongkok dan India Terdepan dalam Penghijauan

16 Februari 2019, 17:51:26 WIB

JawaPos.com – Tiongkok dan India, dua negara pencemar lingkungan terbesar di dunia menjadi lebih hijau sekarang. Efek penghijauan terutama berasal dari penanaman pohon yang ambisius di Tiongkok dan pertanian intensif di kedua negara.

Dilansir dari BBC, saat ini ada lebih dari 2 juta mil persegi luas lahan hijau tambahan per tahun. Ini meningkat dibandingkan dengan awal 2000-an dengan peningkatan 5 persen.

Dedaunan ekstra membantu memperlambat perubahan iklim, tetapi para peneliti memperingatkan ini akan diimbangi dengan kenaikan suhu.

Mengapa Tiongkok dan India memimpin?

Kontribusi Tiongkok terhadap tren penghijauan global sebagian besar (42 persen) berasal dari program untuk melestarikan dan memperluas hutan. Kebijakan dikembangkan untuk mengurangi dampak erosi tanah, polusi udara, dan perubahan iklim.

Sebanyak 32 persen lainnya dari penghijauan di sana, dan 82 persen dari penghijauan di India, berasal dari penanaman intensif tanaman pangan berkat pupuk dan irigasi.

Produksi biji-bijian, sayuran, buah-buahan dan tanaman lainnya telah meningkat 35 persen hingga 40 persen sejak tahun 2000 sehingga kedua negara dapat memberi makan populasi besar mereka.

Masa depan tren penghijauan dapat berubah tergantung pada banyak faktor. Sebagai contoh, India mungkin kekurangan irigasi air tanah.

Pada gambaran global, para ilmuwan baru-baru ini memperingatkan bahwa CO2 di atmosfer dapat mencapai tingkat rekor tahun ini sebagai akibat dari pemanasan di Pasifik tropis yang kemungkinan akan mengurangi penyerapan CO2 pada tanaman.

Rama Nemani, dari Ames Research Center NASA, salah satu penulis karya tersebut mengatakan, “Sekarang kita tahu bahwa pengaruh langsung manusia adalah pendorong utama penghijauan Bumi, kita perlu memasukkan faktor ini ke dalam model iklim kita,” katanya.

“Ini akan membantu para ilmuwan membuat prediksi yang lebih baik tentang perilaku berbagai sistem Bumi, yang akan membantu negara-negara membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana dan kapan mengambil tindakan.”

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Tiongkok dan India Terdepan dalam Penghijauan