alexametrics

Tiongkok Kutuk Keras Serangan Terhadap Pejabat Kehakiman Hongkong

15 November 2019, 15:56:38 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Tiongkok mengutuk keras serangan fisik terhadap pejabat Hongkong, dalam hal ini Sekretaris Kehakiman Teresa Cheng. Serangan fisik itu dilakukan aktivis pro kemerdekaan dan anti-Tiongkok. Insiden terjadi di London pada Jumat (15/11). Para aktivis merupakan warga Hongkong yang tengah menimba ilmu di Inggris.

Cheng sendiri berada di London untuk mempromosikan Hongkong sebagai pusat penyelesaian perselisihan dan kesepakatan. Video yang viral menunjukkan Cheng tengah berjalan menuju gedung perkuliahan di Chartered Institute of Arbitrators. Tiba-tiba dia dikelilingi oleh sekelompok aktivis.

Beberapa aktivis memegang poster yang ditempel pada tongkat dan berteriak “pembunuh” dan “memalukan”. Sejurus kemudian, Cheng terjatuh. Cheng kemudian bangun dan dengan pengawalan pergi. Terlihat tak ada tanda-tanda cedera. Namun, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Aljazeera, pemerintah Hongkong mengatakan Cheng mmengalami kerusakan tubuh yang serius tetapi tidak memberikan rincian.

Sementara itu, Kedutaan Besar Tiongkok di Inggris mengatakan bahwa aktivis telah melukai tangan Cheng saat terjatuh. Mereka kemudian meminta polisi Inggris untuk menyelidiki insiden tersebut dan memperketat keamanan bagi para pejabat Tiongkok di Inggris.

“Sudah saatnya mengakhiri kekerasan dan memulihkan ketertiban. Ini menjadi tugas terpenting di Hongkong saat ini. Kami mengutuk keras serangan fisik yang dilakukan aktivis di London,” sebut juru bicara Kedutaan Tiongkok di Inggris seperti dilansir Aljazeera.

“Pemerintah Tiongkok dengan tegas mendukung pemerintah (Hongkong) menegakkan hukum. Tiongkok mendukung kepolisian Hongkong dalam menegakkan hukum dan dengan tegas mendukung lembaga hukum dalam membawa pelaku kejahatan ke pengadilan sesuai dengan hukum yang berlaku,” imbuh pernyataan tersebut.

Sementrara itu, pemerintah Hongkong menambahkan bahwa Cheng sudah membuat laporan kepada polisi London untuk segera menangani insiden itu dan mengadili para pelaku. Pemimpin Hongkong, Carrie Lam turut mengutut tindakan aktivis dengan menyebut sebagai tindakan biadab.

Editor : Edy Pramana



Close Ads