JawaPos Radar | Iklan Jitu

Wapres AS: Kekerasan terhadap Muslim Rohingya tak Termaafkan

15 November 2018, 10:36:49 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
rohingya, aung san suu kyi, myanmar, as,
Pence mengatakan, Amerika Serikat ingin sekali mendengar kemajuan dalam pertanggungjawaban orang-orang atas krisis Rohingya (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan kepada Pemimpin De Facto  Myanmar, Aung San Suu Kyi pada Rabu, (14/11), kalau kekerasan dan penganiayaan oleh militer dan warga negaranya terhadap lebih dari 700.000 Muslim Rohingya yang terpaksa melarikan diri ke Bangladesh tidak bisa dimaafkan.

Pence mengatakan hal itu kepada Aung San Suu Kyi dalam pertemuan singkat dengan media sebelum pembicaraan pribadi di sela-sela KTT Asean di Singapura. Pence mengatakan, Amerika Serikat ingin sekali mendengar kemajuan dalam pertanggungjawaban orang-orang atas krisis Rohingya.

"Kekerasan dan penganiayaan oleh militer dan warga yang mengakibatkan membuat 700.000 orang Rohingya lari ke Bangladesh itu tak termaafkan," katanya kepada Aung San Suu Kyi.

rohingya, aung san suu kyi, myanmar, as,
Kekerasan dan penganiayaan oleh militer dan warga yang mengakibatkan membuat 700.000 orang Rohingya lari ke Bangladesh itu tak termaafkan (Reuters)

Aung San Suu Kyi menjawab, kalau setiap orang memiliki pandangan berbeda. Komentar Pence mengikuti kritik dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang mengecam Myanmar atas tindakan keras dan brutalnya pada orang Rohingya.

Kelompok hak asasi manusia Amnesty International minggu ini mencabut tanda kehormatannya tertinggi atas ketidakpedulian Suu Kyi terhadap penderitaan Muslim Rohingya.

Pence juga mengatakan, Washington ingin melihat pers yang bebas dan demokratis di Myanmar.  Dipenjaranya dua wartawan Reuters tahun lalu sangat mengganggu bagi jutaan orang Amerika.

Dia tidak menyebutkan nama Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, dua wartawan Reuters yang ditangkap di Yangon pada bulan Desember 2017 ketika mereka mengerjakan liputan Rohingya. Mereka dinyatakan bersalah pada bulan September melanggar Undang-undang Rahasia Resmi dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up