alexametrics

Satu Bulan Kuasai Afghanistan, Krisis Ekonomi Mengintai Taliban

15 September 2021, 13:19:07 WIB

JawaPos.com – Sebulan setelah merebut Kabul, Taliban menghadapi masalah yang menakutkan. Itu ketika Taliban berusaha untuk mengubah kemenangan militer kilat menjadi pemerintahan damai yang tahan lama.

Setelah perang selama empat dekade dan kematian puluhan ribu orang, sebagian besar keamanan di Afghanistan telah meningkat. Namun, ekonomi Afghanistan hancur meski bantuan ratusan miliar dolar telah disalurkan dalam pengeluaran pembangunan selama 20 tahun terakhir.

Kekeringan dan kelaparan mendorong ribuan orang dari pedesaan ke kota-kota, dan Program Pangan Dunia PBB (WFP) khawatir persediaan pangan bisa habis pada akhir September. Ini dapat mendorong hingga 14 juta orang ke jurang kelaparan.

Sementara itu, perhatian banyak negara Barat terfokus pada apakah pemerintah baru Taliban akan menepati janjinya untuk melindungi hak-hak perempuan atau menawarkan perlindungan kepada kelompok-kelompok militan seperti al Qaeda.

Sementara bagi banyak warga Afghanistan, prioritas utamanya adalah kelangsungan hidup yang sederhana. “Setiap warga Afghanistan, anak-anak, mereka semua lapar, mereka tidak punya sekantong tepung atau minyak goreng,” kata seorang penduduk Kabul bernama Abdullah.

Antrean panjang masih muncul di luar bank-bank, dimana batas penarikan mingguan sebesar USD 200 (sekitar Rp 2,85 juta) telah diberlakukan untuk melindungi cadangan uang negara yang semakin menipis.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads