alexametrics

Kasus Covid-19 di ICU Naik, Singapura Lakukan Vaksinasi Dosis Ketiga

15 September 2021, 06:54:15 WIB

JawaPos.com – Singapura memulai program nasionalnya untuk memberikan dosis ketiga vaksin Covid-19 pada Selasa (14/9). Vaksinasi booster dilakukan ketika Singapura bergulat dengan naiknya infeksi, meski lebih dari 80 persen populasinya sudah disuntik dua dosis.

Singapura menjadi negara di Asia Tenggara yang juga mulai memberikan booster secara nasional. Lansia di Singapura di atas 60 tahun dan individu dengan gangguan kekebalan mulai mendapatkan suntikan ketiga jika mereka sudah menyelesaikan dosis kedua setidaknya enam bulan sebelumnya.

“Bagi mereka yang memenuhi syarat untuk suntikan booster, silakan lakukan ketika Anda menerima pemberitahuan,” kata Menteri Perdagangan Gan Kim Yong.

Pemerintah Singapura mengatakan sekitar 200 ribu lansia akan diberitahu melalui pesan teks terlebih dahulu. Dan, 700 ribu lansia lainnya yang memenuhi syarat diharapkan untuk mengambil dosis tambahan dalam beberapa bulan mendatang.

Pada Januari lalu, Singapura mulai memberikan dosis untuk lansia. Mereka menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk mendorong tingkat inokulasi di atas 80 persen pada akhir Agustus. Namun, infeksi baru cenderung meningkat tajam.

Kasus harian yang dikonfirmasi mencapai 600 untuk pertama kalinya dalam 13 bulan. Berkat vaksin, pihak berwenang mengatakan 98 persen kasus baru dalam sebulan terakhir tidak menunjukkan gejala atau menunjukkan gejala ringan. Tetapi jumlah pasien di unit perawatan intensif atau yang membutuhkan oksigen mencapai 65 orang pada Senin (13/9), atau dua kali lipat seminggu sebelumnya.

“Jika kita dapat menjaga jumlah kematian dan kasus ICU terkendali dengan baik meski jumlah kasus meningkat, kita akan dapat melanjutkan perjalanan pembukaan kita dengan lebih percaya diri,” tegas Gan.

Program vaksin booster dimulai di tengah berulangnya arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar negara-negara kaya menunda suntikan ketiga, untuk memastikan negara-negara miskin memiliki akses vaksin yang memadai. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berharap orang miskin di dunia harus bisa mendapatkan akses vaksin.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads