JawaPos Radar

Perang Dagang Masih Berlanjut Tiongkok Minta WTO Direformasi

15/09/2018, 04:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
perang dagang, tiongkok, WTO,
Tiongkok mendukung reformasi perdagangan dunia yang dinilai belum baik. Perbaikan itu juga meliputi World Trade Organization (WTO) (Reuters)
Share this

JawaPos.com – Tiongkok mendukung reformasi perdagangan dunia yang dinilai belum baik. Perbaikan itu juga meliputi World Trade Organization (WTO). Kepala Diplomat Beijing mengatakan, perbaikan ini dinilai akan lebih efektif. Saat ini Tiongkok sedang dalam masa gelapnya sejak perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Tiongkok telah berjanji akan meluruskan perdagangan multilateral dan perdangan bebas. Pada Kamis, (13/9), penasehat  Tiongkok, Wang Yi menyebutkan,  beberapa perubahan akan menjadi salah satu langkah cerdas untuk mempebaiki kondisi perdagangan. Ia juga menyebut kalau Tiongkok selalu yakin perdagangan bebas dan harus diproteksi dan diperkuat.

Dilansir Reuters pada Jumat, (14/9), Wang mengatakan, dengan adanya reformasi ini diharapkan negara-negara lain dapat menikmati dampak positif globalisasi. Ia juga menilai tujuan reformasi ini memberikan kesejahteraan yang merata, dan tidak bertujuan untuk memajukan satu pihak tertentu.

Ia menegaskan WTO harus memiliki prinsip yang tegas namun adil. Wang menganjurkan, WTO harus tetap menentang dan mendukung perdagangan bebas, namun WTO juga harus tetap memperhatikan hak-hak negara berkembang. Dalam hal ini, WTO harus mendengarkan masukan dari berbagai pihak, terutama negara berkembang.

“Permasalahan menganai reformasi yang akan dilakukan WTO merupakan permasalahan yang amat kompleks,” kata Wang saat ditemui usai menemui Menteri Luar Negeri Perancis Jean Yves Drian.

DilaporkanMenteri Keuangan AS, Steven Mnuchin telah membuat undangan untuk berbicara dengan perwakilan Beijing. Tiongkok juga mengakui bahwa mereka akan tinggal diam dengan kenaikan tarif dari AS. 

Dalam salah satu surat kabar milik negara Tiongkok menyatakan Tiongkok tidak akan menyerah pada AS. Mereka mengakui telah siap, walaupun perang dagang ini akan berlangsung cukup lama.  Meski ada beberapa kekhawatiran yang dirasakan negara Tiongkok mengenai perlambatan ekonomi, dan kejatuhan pasar saham.

“Jika AS memberlakukan pungutan baru atas ekspor dari Tiongkok, maka Tiongkok tidak akan ragu untuk bertindak,” kata salah satu surat kabar itu.

Dilaporkan bahwa pemerintah AS telah mempersiapkan sekitar daftar yang mencapai USD 200 miliar untuk impor dari Tiongkok. Mereka juga berencana akan menaikan tarif 10-25% dalam beberapa hari mendatang. Kondisi ini disinyalir akan memperkeruh perang dagang antara 2 negara yang digadang-gadang merupakan raksasa ekonomi dunia.
 

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up