JawaPos Radar

Legalitas Lesbian dan Gay Masih Diperdebatkan di Singapura

15/09/2018, 07:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
lesbian, gay, singapura,
Badan Penasehat Gereja Nasional di Singapura (NCCS) menyatakan dengan tegas bahwa mereka menentang pelarangan hukuman bagi kaum Lesbian dan Gay di Singapura. Mereka menyatakan, kehidupan Homosexual menyakiti individual dan keluarga serta lingkungan sosial (The Week)
Share this

JawaPos.com – Badan Penasehat Gereja Nasional di Singapura (NCCS) menyatakan dengan tegas bahwa mereka menentang pelarangan hukuman bagi kaum Lesbian dan Gay di Singapura. Mereka menyatakan, kehidupan Homosexual menyakiti individual dan keluarga serta lingkungan sosial.

Pernyataan NCCS pada Kamis, (13/09), disebut sebagai perwakilan suara 200 gereja yang tersebar di Singapura. Ia mengatakan, prinsip mereka terhadap peraturan di 377A tidak akan berubah, dan menyatakan persetujuannya terhadap putusan pengadilan mengenai penolakan tantangan yang diberikan oleh pasangan gay.

Bagian 377A KUHP Singapura menyatakan perilaku homoseksual merupakan tindakan yang melanggar hukum. Meskipun begitu, peraturan tersebut hanya berlaku bagi hubungan laki-laki dan laki-laki, dan tidak berlaku bagi perempuan. Para pelaku Gay terancam hukuman 2 tahun penjara.

Tak hanya berlandaskan KUHP, NCCS juga turut menyebutkan mengenai peraturan yang tertulis di Alkitab. Mereka menyebutkan bahwa pasangan sesame jenis telah menyalahi peraturan yang telah Tuhan buat.

“Manusia diciptakan untuk berpasangan (laki-laki dan perempuan),” kata NCCS, dalam pernyataannya.

NCCS juga menyebutkan apabila peraturan 377A di KUHP dibatalkan, sama saja dengan mendukung gaya hidup Kaum Gay di Singapura. Tak hanya itu, mereka menyebutkan bahwa pembatalan peraturan itu akan membawa Singapura kedalam Kemerosotan moral yang parah. Mereka juga meminta, agar Singapura tidak mengikuti jejak negara-negara lainnya yang telah melegalkan LGBT.

NCCS juga meminta agar seluruh umat Kristiani di Singapura mendoakan permasalahan yang tengah hangat di Singapura. Mereka mendesak orang berdoa agar Tuhan melindungi Institusi pernikahan. Yang diperlukan untuk keberlangsungan penerus dunia dimasa yang akan dating.

Issue Gay dan Lesbian ini kembali hangat diperbincangan oleh Singapura setelah pernyataan dari Disc Jockey, Johnson Ong Ming mengajukan tantangan kepada pengadilan dengan alasan penentangan terhadap lesbian dan gay itu merupakan pelanggaran kebebasan individu. Dilaporkan bahwa tantangan yang diberikan Ong itu dating 4 hari setelah Negara India melegalkan lesbian dan gay.

Dilansir dari Channel News Asia pada Jumat, (14/09), Menteri Hukum menyatakan masih memantau dan belum mau mengambil tindakan. Ia juga menyerahkan keputusan kepada masyarakat sekitar mengenai legalisasi lesbian dan gay.
 
 

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up