JawaPos Radar

KBRI Beirut Dukung Perempuan Berpolitik

15/09/2018, 00:49 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
KBRI Beirut Dukung Perempuan Berpolitik
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut dengan Beirut Arab University menyelenggarakan seminar internasional 'Peran Perempuan dalam Politik', di Aula Gamal Abdel Nasser, Beirut Arab University (Beirut,)
Share this

JawaPos.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut dengan Beirut Arab University menyelenggarakan seminar internasional 'Peran Perempuan dalam Politik', di Aula Gamal Abdel Nasser, Beirut Arab University, Kamis, (13/9). Seminar ini menghadirkan dua perempuan anggota Parlemen dari Indonesia dan Lebanon. Juga, dihadiri para pemerhati pemberdayaan kaum perempuan dari berbagai jenis profesi, kalangan akademisi, peneliti dan mahasiswa, serta perwakilan dari Kedutaan Asing yang berada di Lebanon.

Duta Besar RI untuk Lebanon, Achmad Chozin Chumaidy, menyampaikan bahwa peran wanita dalam politik, sungguh sangat penting. Sebab ada kecenderungan bahwa politik diwarnai dengan kekerasan, sehingga perbedaan politik selalu diikuti oleh konflik yang tidak berkesudahan dan kadang diikuti oleh kekerasan senjata.

“Perempuan sesuai kodratnya memiliki watak yang lembut, halus dan penuh perasaan, maka tentunya hal ini sangat positif untuk menjadikan politik menjadi ramah, santun dan beradab. Di sinilah salah satu faktor pentingnya keterlibatan wanita dan politik," kata Chozin dikutip dari siaran pers KBRI Beirut.

Lebih lanjut Chozin menekankan, seminar ini diselenggarakan dalam rangka melakukan berbagi dan melatih Indonesia dalam berdemokrasi dan dalam memberikan ruang bagi kaum perempuan dalam kancah perpolitikan nasional. Dalam hal ini Lebanon diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai model dalam meningkatkan peran perempuan dalam kancah perpolitkan nasionalnya.

Dalam seminar tersebut, pembicara dari Indonesia, Lena Maryana Mukti, yang merupakan Anggota DPR-RI dari Fraksi PPP menyoroti gerakan perjuangan perempuan di Indonesia untuk dapat terlibat dalam politik dan menduduki kursi Parlemen.

“Pada Pemilihan Umum 2019 Mendatang, kami berjuang untuk memotivasi perempuan untuk mencalonkan diri dalam Pemilu," kata Lena.

Sebagaimana diketahui, peran perempuan secara umum di wilayah Timur Tengah masih cukup rendah. Di Lebanon, berdasarkan data yang dirilis oleh World Economic Forum 1 Januari 2017, prosentase perempuan di Lebanon dalam keanggotaan di parleman hanya sebesar 3,1 persen dan di kabinet sebesar 3,4 persen.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up