JawaPos Radar

Erdogan Boikot iPhone AS

15/08/2018, 18:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Erdogan Boikot iPhone AS
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki akan memboikot semua produk elektronik buatan Amerika Serikat (AS) (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki akan memboikot semua produk elektronik buatan Amerika Serikat (AS). Dilansir Al Jazeera pada Selasa, (14/8), Erdogan siap menghentikan pengadaan iPhone buatan AS dan membeli Samsung Korea atau produk Vestel buatan Turki sebagai gantinya.

"Jika mereka memiliki iPhone, masih ada Samsung di tempat lain. Kami juga punya Vestel," kata Erdogan.

Selama beberapa hari terakhir, Turki telah mengalami devaluasi mata uang Lira yang sangat signifikan. Lira kehilangan lebih dari 45 persen nilainya tahun ini.

Erdogan Boikot iPhone AS
Erdogan mau boikot iPhone (Lets Go Digital)

Turki melakukan langkah-langkah likuiditas baru bank sentral. Menteri Keuangan Turki juga berusaha untuk meyakinkan investor.

Namun para analis menyuarakan keprihatinan atas penularan yang lebih luas melalui pasar global. Pada hari Selasa, Rupee India mencapai rekor terendah sebagai akibat dari masalah ekonomi di Turki.

Analis mengatakan, krisis keuangan mencerminkan penolakan Turki untuk menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi dua digit dan mendinginkan ekonomi yang terlalu panas. Perselisihan dengan sekutu NATO AS juga berkontribusi terhadap kejatuhan Lira.

"Ini adalah pertempuran yang kalah. Dia harus menaikkan suku bunga untuk mengendalikan situasi," ujar CEO Rich Management, Aly-Khan Satchu.

"Trump menggunakan sesuatu yang jauh lebih kuat daripada senjata nuklir sekarang. Turki adalah negara yang pertama diinjak-injak," lanjut Satchu.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, peristiwa itu adalah tanda dolar menjadi usang sebagai mata uang perdagangan global. "Saya yakin bahwa penyalahgunaan berat peran dolar AS sebagai mata uang cadangan global akan menghasilkan seiring waktu dalam melemahnya dan mematikan perannya," kata Lavror pada konferensi pers di ibukota Turki, Ankara.

Menurut Lavrov, Rusia bertujuan menggunakan mata uang nasional untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan bilateral dengan Turki dan negara lain.

Erdogan, menolak fundamental ekonomi sebagai penyebab melehamhnya Lira. Ia mengatakan, Turki adalah target perang ekonomi dan telah berulang kali menyerukan kepada Turki untuk menjual dolar dan euro mereka untuk menopang mata uang nasional. Dia juga mendesak para produsen untuk tidak terburu-buru membeli dolar. Dia juga menuduh AS menikam Turki di belakang.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up