JawaPos Radar

Setelah 90 Tahun, Rusia Akan Meningkatkan Usia Pensiun

15/06/2018, 09:17 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Orang tua di Rusia
Rusia akan meningkatkan usia pensiun setelah 90 tahun tak lakukan reformasi ini. (AFP)
Share this

JawaPos.com - Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengusulkan untuk menaikkan usia pensiun menjadi 65 tahun untuk pria dan 63 tahun untuk perempuan pada Kamis (14/6). Kenaikan ini merupakan yang pertama selama setelah sembilan dekade.

Sejak awal 1930-an, usia pensiun Rusia adalah 55 tahun untuk perempuan dan 60 tahun untuk pria. Umur tersebut, merupakan yang termuda di dunia.

"Kami mengusulkan periode transisi relatif panjang. Akan dimulai pada 2019 kami mengusulkan kenaikan tambahan usia pensiun bagi laki-laki adalah 65 tahun dan 63 tahun untuk perempuan," kata Medvedev dilansir dari AFP, Jumat (15/6).

Saat ini, 25 persen warga Rusia berada di atas usia pensiun. Setiap tahun, proporsinya meningkat selama dekade terakhir. Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali mengatakan bahwa reformasi akan diperlukan pada tahap tertentu.

Kremlin mengumumkan pada Maret bahwa akan menyiapkan langkah-langkah pada kemungkinan pensiun meningkat lebih cepat daripada inflasi. Sebab, pensiunan telah menderita atas lonjakan harga dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi peningkatan usia pensiun memicu protes hingga ada sebuah petisi yang dibuat oleh kelompok-kelompok serikat buruh Rusia di situs Change.org dan telah mengumpulkan lebih dari 199.000 tanda tangan.

"40 persen dari pria Rusia dan 20 persen wanita Rusia tidak mencapai usia 65 tahun. Dengan kata lain, jika usia pensiun dinaikkan, orang-orang ini tidak akan bertahan hidup untuk mendapatkan pensiun," kata seorang perwakilan serikat pekerja dalam sebuah pernyataan tertulis.

Menurut badan statistik negara, saat ini rata-rata usia kematian seorang pria Rusia adalah 67, sedangkan untuk wanita itu 77. Beberapa warga Moskow juga menentang langkah ini.

Kembali pada 2005, Putin pernah membuat janji kepada publik untuk tidak menaikkan usia pensiun.

"Saya menentang peningkatan usia pensiun. Dan selama saya menjadi presiden, keputusan seperti itu tidak akan diambil," katanya pada waktu itu.

Namun, negara-negara bekas Soviet lainnya telah memperkenalkan reformasi serupa. Belarus menaikkan usia pensiun enam bulan setiap tahun dari Januari 2017 hingga mencapai 58 tahun untuk perempuan dan 63 tahun untuk pria.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up