alexametrics

Pemilu India, Petugas Naik Sampan Lewati Hutan Bakau Penuh Buaya

15 April 2019, 14:33:01 WIB

JawaPos.com – Tiga hari setelah pemungutan suara berakhir di Kepulauan Andaman dan Nicobar, India, petugas pemungutan suara masih menunggu kedatangan kembali Electronic Voting Machines (EVM) dan Voter Verifiable Paper Audit Trail (VVPAT). Semua itu diangkut menggunakan kapal kecil.

Dilansir dari Times of India pada Senin (15/4), kapal kecil alias sampan menempuh perjalanan selama tiga hari untuk mencapai markas besar Port Blair, Lok Sabha.

Setelah beberapa perjalanan dengan sampan yang berkelok-kelok melalui laut dangkal dan terumbu karang, petugas membawa mesin EVM dan karung penuh kertas melintasi pantai berpasir dan hutan lebat. Bagian terakhir dari proses pemilihan sebelumnya akan diselesaikan pada tanggal 15 April.

pemilu india, india, buaya, hutan, sampan, laut,
Setelah beberapa perjalanan dengan sampan yang berkelok-kelok melalui laut dangkal dan terumbu karang, petugas membawa mesin EVM dan karung penuh kertas melintasi pantai berpasir dan hutan lebat (Times of India)

Banyak suku lokal yang masih tinggal di pulau-pulau, dan untuk mencapainya, dibutuhkan tiga hari atau lebih untuk mencapainya setelah bepergian dengan moda transportasi yang berbeda termasuk sampan, beragam jenis kapal, bahkan naik helikopter dalam kasus-kasus tertentu.

Merupakan sebuah tantangan besar bagi para petugas pemungutan suara untuk melakukan perjalanan melewati pulau-pulau besar yang tidak teratur. “Butuh sekitar tiga hingga empat hari agar kami bisa menjangkau semua mesin EVM dan VVPAT. Di beberapa pulau, bahkan setelah akhir pemungutan suara, petugas harus tetap kembali pada malamnya sebab berlayar di iklim yang tidak terduga dan kondisi tidak disarankan,” kata kepala petugas pemilihan Kepulauan Andaman dan Nicobar, KR Meena

Bahkan di beberapa daerah, petugas harus mengarungi hutan bakau yang dipenuhi buaya di sampan kecil atau menempuh rute jauh yang berbukit-bukit untuk menghindari ular piton guna mencapai dusun yang dituju.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna



Close Ads