alexametrics

Teroris di Selandia Baru Pendukung Trump

15 Maret 2019, 18:59:25 WIB

JawaPos.com – Teroris yang melakukan penembakan di masjid di Selandia Baru mengaku, ia adalah pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia juga mengungkapkan dalam manifestonya, bahwa dia ingin memicu perang saudara di AS.

Pria bersenjata, yang mengidentifikasi dirinya di Twitter sebagai Brenton Tarrant dari Grafton, New South Wales, Australia, menyiarkan langsung penembakan masal di dalam Masjid Al Noor.

Tarrant mengunggah manifesto setebal 74 halaman yang menjelaskan alasan di balik penembakan itu. Insiden ini merupakan serangan teroris terburuk di Selandia Baru, menewaskan 49 orang dan 48 lainnya luka-luka.

Dalam dokumen itu, Tarrant mengatakan, ia mendukung Presiden Donald Trump sebagai ‘simbol identitas kulit putih’ tetapi bukan sebagai ‘pembuat kebijakan’. Teroris berusia 28 tahun itu mengklaim, ia memilih untuk menggunakan senjata api daripada senjata lain karena itu akan memicu perdebatan.

“Akhirnya, ketika populasi kulit putih Amerika Serikat menyadari kebenaran situasi, perang akan meletus,” katanya dilansir dari Daily Mail.

Tarrant melancarkan serangan di Masjid Al Noor di Christchurch di South Island sekitar pukul 13:30 waktu salat Jumat sedang berlangsung. Pada waktu yang hampir bersamaan, penembak kedua melepaskan tembakan ke masjid di Linwood, yang berjarak 10 km dari serangan pertama.

Ada lagi penembakan di luar Rumah Sakit Christchurch dan beberapa bom dilekatkan pada dua mobil milik tersangka di dekat masjid. Bahan peledak dengan cepat dilucuti.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Teroris di Selandia Baru Pendukung Trump