JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tersangka Utama Penembakan Prancis Akhirnya Tewas Usai Baku Tembak

14 Desember 2018, 14:45:24 WIB
penembakan prancis, teroris prancis, Cherif Chekatt prancis
Aparat kepolisian tengah memeriksa jalanan tempat pelaku Cherif Chekatt tertembak hingga akhirnya tewas. (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Tersangka bersenjata yang menewaskan tiga orang di pasar Natal, Kota Strasbourg, Prancis, akhirnya ditembak mati pada Kamis (13/12). Dialah Cherif Chekatt yang sempat buron 48 jam sejak peristiwa berdarah itu terjadi.

Pria 29 tahun itu juga sempat baku tembak dengan polisi sebelum akhirnya tewas di daerah Neudorf tak lama setelah operasi polisi besar dijalankan. Tempat itu sekitar 2 kilometer dari lokasi dia meluncurkan serangannya pada Selasa (11/12).

"Chekatt tewas setelah baku tempak dengan petugas polisi," kata salah seorang sumber polisi kepada Reuters, Jumat (14/12).

penembakan prancis, teroris prancis, Cherif Chekatt prancis
Poster Cherif Chekatt saat menjadi buronan. (Reuters)

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner membenarkan bahwa tiga petugas polisi menemukan seorang pria yang mereka yakini sebagai Chekatt lalu menangkapnya. Saat hendak ditangkap, pria itu malah berbalik menembak polisi, namun pelaku akhirnya tewas terkena peluru polisi.

"Saya pikir kejadian ini akan membuat situasi kembali aman seperti biasa," kata Wali Kota Strasbourg Roland Ries kepada wartawan setelah berita bahwa Chekatt telah terbunuh. "Dengan kematian teroris ini, warga dan juga saya merasa lega," sambungnya.

Wartawan Reuters didekat lokasi mengaku mendengar tiga hingga empat tembakan setelah polisi bersenjata beserta jajarannya melancarkan operasi mereka. Operasi ini juga mengerahkan helikopter.

Sebelumnya, jumlah korban tewas dari serangan Cherif Chekatt bertambah menjadi tiga orang. Selama pencarian Chekatt, polisi sempat menyisir kota di timur Prancis dan pos pemeriksaan di perbatasan Jerman, Kamis kemarin.

Polisi juga mengeluarkan poster DPO dalam berbagai bahasa untuk Chekatt yang merupakan tersangka utama dalam serangan tersebut. Chekatt juga masuk dalam daftar pengawasan polisi karena berpotensi mengancaman keamanan.

Dia telah menghabiskan waktu di penjara Prancis, Jerman, dan Swiss karena kasus pencurian dan kekerasan. Pihak berwenang menyebut bahwa Chekatt dikenal memiliki pandangan radikal saat berada di balik jeruji besi.

Malahan ISIS mengklaim Chekatt sebagai salah satu tentaranya yang bertugas untuk melawan negara-negara koalisi yang memerangi kelompok mereka. Namun, ISIS tidak memberikan bukti atas klaim tersebut.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up