alexametrics

Mereka Membagi Kisahnya Sebagai PSK Pria di Inggris

14 Desember 2017, 01:25:47 WIB

JawaPos.com – Menjadi pekerja seks komersial lelaki tidak berbeda jauh dengan perempuan. Ancaman kekerasan dan pemerkosaan kerap terjadi. Pun di negeri maju macam Inggris. Di negara yang berbentuk kerajaan itu, pusat lelaki yang menjajakan kenikmatan semu mudah ditemui di Canal Street, Manchester,

Menurut co-director salah satu lembaga pelindungan sosial, Fergal McCullough, pekerja seks di daerah tersebut adalah yang paling rentan. Beberapa PSK lelaki adalah tunawisma dan hampir semuanya tidak memiliki uang.

Diperkirakan ada sebanyak 100.000 pekerja seks di Inggris, dan sekitar 20 persen di antaranya adalah laki-laki. Beberapa dari mereka melihat pekerjaan mereka sebagai pilihan yang positif. Namun yang lain, itu adalah cara untuk bertahan hidup.

Seperti Daniel. Setelah putus kuliah satu dekade yang lalu, dia beralih ke pekerjaan seks dan telah melakukannya penuh waktu. ”Saya memilih klien pria lajang,” katanya kepada program BBC Victoria Derbyshire.

”Sebagian besar klien saya adalah gay dan sudah mengaku kalau mereka gay kepada keluarga. Tapi banyak juga yang sudah menikah dan mencoba untuk menutupi apa yang mereka lakukan.”

Daniel mengatakan bahwa kliennya biasanya berusia antara 35 dan 85 tahun. Layanannya mencakup apa saja mulai dari pijat sampai hubungan seksual dan menginap semalam. Dia menjajakan diri via aplikasi dan situs web. Dan itu legal di Inggris.

Di Inggris, Wales dan Skotlandia, pekerjaan seks adalah ilegal ketika seseorang dipaksa untuk menjual diri mereka melawan kehendak mereka, meminta pekerjaan di jalanan atau membuat rumah bordil.

Bagi Daniel, ini adalah cara yang lebih aman untuk menawarkan layanan – dia juga menolak untuk berpartisipasi dalam seks yang tidak aman dan “seks kimiawi”, yang melibatkan penggunaan obat-obatan terlarang.

Sekitar lima persen pekerja seks laki-laki beroperasi di jalanan, dan Manchester memiliki lebih banyak pekerja jalanan laki-laki daripada di tempat lain di Inggris.

Salah satu dari mereka ada Tyler – bukan nama sebenarnya. Dia memulai pekerjaan seks dengan alasan ekonomi.

Dia melarikan diri dari kampung halamannya saat keluarganya menolaknya karena menjadi gay. Taylerm tanpa uang, dan tidak mengenal siapa pun di kota, dia menjadi tunawisma. Dalam seminggu di Manchester dia beralih ke pekerjaan seks.

“Ini dimulai dengan satu atau dua orang semalam, lalu semakin banyak,” katanya. “Anda sampai pada titik di mana Anda ingin sekali berhenti,” katanya.

Pengalaman Tyler tidak selalu manis. ”Terkadang klien yang tidak mau membayar akan mengurung saya di mobil mereka,” katanya. ”Mereka tidak mengizinkan saya keluar sampai uang yang sudah dibayarkan oleh mereka dikembalikan.”

Tak hanya itu, kasus perkosaan juga dialaminya. Dia mengaku pernah diperkosa di sebuah hotel setelah dibikin tidak sadar oleh kliennya.

“Ketika saya datang hanya ada ada satu orang,” katanya. “Tetapi, ketika saya terbangun setelah tidak sadarkan diri, saya telanjang di tempat tidur, terbaring dengan empat orang telanjang di sekitar saya.”

Dia takut apa yang akan mereka lakukan padanya jika dia mencoba pergi. Tapi, kata Tyler, para pelaku sangat yakin dia tidak akan menghubungi polisi. ”Mereka benar-benar membiarkan saya pergi normal, bahkan tidak khawatir jika saya akan mengatakan apapun. Mereka benar-benar tidak peduli,” katanya.

Tyler mengatakan banyak pekerja seks memilih untuk tidak menghubungi pihak berwenang karena mereka takut bahwa orang akan menghakimi mereka. ”Anda adalah pekerja seks, itu salah Anda sendiri. Selain itu, saya pikir karena saya adalah pria yang mereka anggap tidak seburuk wanita yang diperkosa, tapi itu sama saja,” sambungnya.

Polisi Greater Manchester Det Ch Supt Shaun Donnellan mengatakan bahwa mereka sadar bahwa perkosaan yang terjadi pada lelaki memang kurang dilaporkan. Tetapi, dia mendorong korban untuk melapor.

”Kami bekerja tanpa lelah untuk mendapatkan keadilan bagi siapa saja yang telah menderita dan bekerja sama untuk mendukung setiap pria yang membuat laporan kepada kami,” tambahnya.(*)

Editor : admin

Reporter : (tia/BBC/JPC)


Close Ads
Mereka Membagi Kisahnya Sebagai PSK Pria di Inggris