JawaPos Radar | Iklan Jitu

MBS Klaim Pembunuhan Khashoggi untuk Rusak Hubungan Turki dan Saudi

14 November 2018, 11:07:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
khashoggi, khashoggi dibunuh, wartawan, mbs, arab saudi, turki,
MBS mengklaim, pembunuhan Khashoggi dilakukan untuk memecah antara Arab Saudi dan Turki (Deccan Chronicle)
Share this

JawaPos.com - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) berusaha membujuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memulai konflik dengan Hamas di Gaza. Dilansir dari Middle East Eye pada Rabu, (14/11), menurut sumber Arab Saudi yang mengatakan pada Middle East Eye (MEE), aksi MBS itu menjadi bagian dari rencana untuk mengalihkan perhatian dari pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Sebuah bentrokan yang terjadi di Gaza berada di antara skenario yang diajukan oleh gugus tugas darurat yang dibentuk untuk melawan kebocoran pembunuhan Khashoggi yang datang dari Pemerintah Turki. Gugus tugas, yang terdiri dari pejabat dari istana kerajaan, kementerian luar negeri dan pertahanan, dan dinas intelijen, memberi arahan kepada putra mahkota setiap enam jam.

Termasuk menyarankan MBS bahwa perang di Gaza akan mengalihkan perhatian Trump dan memfokuskan kembali perhatian Washington pada peran Arab Saudi dalam memperkuat kepentingan strategis Israel.

khashoggi, khashoggi dibunuh, wartawan, mbs, arab saudi, turki,
Khashoggi dibunuh secara brutal di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober (AFP)

Tim gugus tugas juga menyarankan MBS untuk menetralisir Turki dengan segala cara, termasuk upaya menyuap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan tawaran untuk membeli senjata Turki .

Dalam komentar yang dibuat pada Future Investment Initiative bulan lalu, MBS mengklaim, pembunuhan Khashoggi dilakukan untuk memecah antara Arab Saudi dan Turki. Dia mengatakan, hal itu tidak akan terjadi selama Raja Salman Bin Abdulaziz dan ia berkuasa.

Khashoggi dibunuh secara brutal di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, dalam sebuah operasi yang dipercaya oleh Pemerintah Turki dilakukan oleh pasukan pembunuh yang anggota-anggotanya terdiri dari beberapa anggota pengawal pribadi MBS. Para pejabat Saudi telah membantah bahwa putra mahkota memiliki rencana pembunuhan Khashoggi.

Disisi lain, Arab Saudi dan Israel dianggap memiliki hubungan rahasia yang semakin dekat, didorong oleh permusuhan bersama mereka ke Iran, dan MBS telah menjadi pemain kunci dalam hubungannya dengan Israel tersebut.

Dua minggu setelah pembunuhan Khashoggi, sumber-sumber Pemerintah Saudi juga mencatat perubahan nada secara tiba-tiba dalam pernyataan Netanyahu tentang Hamas selama negosiasi dengan Qatar yang bertujuan meredakan blokade di Jalur Gaza.

Menurut sumber-sumber MEE, langkah-langkah lain yang direkomendasikan oleh satuan tugas kepada Saudi adalah menunjukkan kepada Trump kalau Arab Saudi tidak bergantung pada aliansinya Amerika Serikat. Upaya yang dilakukan termasuk mengundang Presiden Rusia Vladimir  Putin untuk mengunjungi Riyadh. 

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up