JawaPos Radar | Iklan Jitu

3 Dekade Terakhir, 40 Persen Bencana Terjadi di Asia

14 November 2018, 20:55:04 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
bencana, asia,
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya ASEAN memperkuat kerja sama dengan Jepang dalam hal penanggulangan bencana (AFP)
Share this

JawaPos.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya ASEAN memperkuat kerja sama dengan Jepang dalam hal penanggulangan bencana. Dalam KTT ke-21 ASEAN-Jepang, Jokowi mengatakan, bersama negara-negara di ASEAN, Jepang sebagai mitra pertama ASEAN diketahui merupakan kawasan yang rentan terhadap bencana.

Menurut Jokowi, bencana menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi bagi negara. Data juga mengungkap, dalam tiga dekade terakhir, 40 persen bencana terjadi di kawasan Asia.

"Dalam tiga dekade terakhir 40 persen bencana terjadi di kawasan Asia di mana 90 persen menyebabkan korban jiwa dan 50 persen lebih menyebabkan kerugian ekonomi. Data PBB tahun ini memprediksi kerugian ekonomi akibat bencana di kawasan ini mencapai lebih dari USD 160 miliar per tahun hingga 2030," ungkap Jokowi.

bencana, asia,
Data juga mengungkap, dalam tiga dekade terakhir, 40 persen bencana terjadi di kawasan Asia (Central News Agency)

Jokowi menjelaskan, baru-baru ini Indonesia mengalami bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah dengan korban jiwa mencapai lebih dari 2.200 jiwa serta lebih dari 68.000 bangunan rusak.

"Bencana alam akan selalu menjadi bagian dari kehidupan. Kita tidak dapat mencegah bencana alam. Namun, kita dapat meminimalisir korban dan perlu memastikan bahwa terdapat sumber yang akan mendukung bangkitnya wilayah bencana," ujar Jokowi.

Oleh karena itu diperlukan kerja sama yang lebih erat mengenai mitigasi dan penanggulangan bencana. Beberapa di antaranya dapat dilakukan dengan penguatan kerja sama terkait mekanisme peringatan dini, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga pendanaan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana.

"Kerja sama strategi pembiayaan dan asuransi bencana juga sangat penting. Ide ini telah mulai dibahas pada ASEAN Leaders' Gathering dengan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia di Bali bulan lalu," ujar Jokowi.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up