alexametrics

Jepang Disapu Topan Hagibis, Puluhan Ribu Tentara Turun ke Jalan

14 Oktober 2019, 22:02:15 WIB

JawaPos.com – Puluhan ribu tentara Jepang dan relawan turun ke jalan pada Senin (14/10) untuk menangani bencana banjir dan membantu warga yang terdampak setelah salah satu topan paling kuat, Hagibis, melanda negara itu dalam enam dasawarsa terakhir. Topan Hagibis yang menyapu sejumlah wilayah di Jepang disebut menewaskan 36 orang.

Topan Hagibis – yang berarti kecepatan dalam bahasa Filipina, Tagalog – memang tak menimbulkan kerusakan berarti di Tokyo. Namun, menyebabkan kerusakan serius di daerah sekitarnya. Hal itu setelah sungai meluap dan menyebabkan banjir dan memicu tanah longsor.

Lebih dari 100.000 relawan – termasuk 31.000 tentara- menmbersihkan puing-puing dari Minggu (13/10) malam hingga Senin (14/10) pagi untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang terjebak banjir atau yang tertimbun rumah mereka akibat runtuh.

Pihak berwenang telah memperingatkan akan kemungkinan terjadinya tanah longsor susulan lantaran hujan deras diperkirakan bakal turun. Pemerintah meminta kepada masyarakat untuk sementara mengungsi di tempat yang aman guna menghindarkan lebih banyak korban.

Kota Nagano terendam banjir akibat dari Topan Haginis (Reuters)

Kantor Berita Kyodo mengumpulkan informasi dan mengklaim 36 tewas akibat topan Hagibis dan sementara 16 orang dinyatakan hilang. Namun, hitungan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Jepang, adalah 19 tewas dan 13 hilang.

Bencana tersebut telah membuat denyut nadi perekonomian di sejumlah wilayah Jepang tersendat. Mimori Domoto, salah seorang pengusaha bir seperti dilansir Al Jazeera mengatakan bahwa pengiriman untuk sementara berhenti. Meski begitu dia tetap bersyukur karena 40 karyawannya dipastikan aman.

“Rasanya tak karuan ketika memikirkan kerusakan yang terjadi di Nagano. Siapa yang mengira topan itu akan seburuk ini?” ucapnya. “Salah satu hal yang membuat saya terhibur adalah karyawan saya semuanya aman,” imbuhnya.

Gunakan Helikopter

Selama proses penyelamatan dan evakuasi, relawan dan tentara yang dibantu personil dari pemadam kebakaran menggunakan helikopter. Helikopter-helikopter militer dan pemadam kebakaran mengangkut orang-orang yang selamat dan berada di atap serta balkon rumah.

Di tempat lain, petugas penyelamat bekerja selama berjam-jam untuk mengevakuasi ratusan orang dari rumah di wilayah Kawagoe, barat laut Tokyo, yang terendam banjir hingga lantai paling atas.

Hagibis “mendarat” di pulau Honshu pukul 19:00 waktu setempat pada Sabtu (12/10), dengan embusan angin hingga 216 kilometer per jam. Gempa berkekuatan 5,7 mengguncang Tokyo tak lama setelah itu Hagibis menyapu wilayah tersebut.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengadakan pertemuan darurat para menteri terkait bencana tersebut. Dia kemudian mengirim menteri yang bertanggung jawab ke daerah-daerah yang paling parah dilanda topan Hagibis. Abe menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang meninggal dan menegaskan pemerintah berupaya menyelamatkan warga dan harta benda.

“Pemerintah akan melakukan segala daya untuk bekerja sama dengan lembaga terkait untuk memulihkan layanan publik sesegera mungkin,” tandas Abe.

Tokyo Electric Power Co mengatakan 56.800 rumah di Tokyo masih tanpa listrik pada Senin (14/10). Sementara itu, sebanyak 5.600 rumah tanpa listrik di Miyagi, Iwate, Fukushima dan Niigata.

Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang meminta kepada seluruh warga Jepang untuk tetap waspada. Mereka mengeluarkan peringatan akan turunnya hujan intensitas tinggi dan menjelaskan bahwa hujan itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Editor : Edy Pramana



Close Ads